Rabu, 12 November 2014

Investasi Lahan di Bali Makin Menggiurkan


Tanah di Bali
Pesona Bali yang menghipnotis dunia dengan suguhan spot wisatanya menjadi magnet untuk mendorong pertumbuhan proyek jual beli properti yang menunjang industri pariwisatanya. Hal inilah yang ikut melambungkan nilai jual beli lahan di sejumlah kawasan di Bali karena banyaknya permintaan dari sejumlah pihak yang membutuhkan lahan untuk mengembangkan sejumlah proyek properti.
Selain proyek hotel yang membanjiri berbagai wilayah di Bali, proyek properti lain yang terus berkembang adalah perumahan (baik kecil, menengah, sampai segmen rumah mewah), apartemen, kondominium, kondominium hotel, lahan, vila, ruko, juga sejumlah properti komersial seperti pusat perbelanjaan.
Dari catatan Knight Frank, pertumbuhan rata-rata harga tanah di Bali pertahunnya berkisar di angka 17%-20% pertahun. Bahkan untuk lokasi yang merupakan destinasi utama dari wisatawan, kenaikan harga ada yang pernah mencapai sampai 400% pertahun.

Bali Utara Mulai Berbenah

Selain beberapa titik favorit seperti yang telah disebutkan di atas, potensi Pulau Dewata di bagian utara sebenarnya juga bisa dibidik sebagai untuk investasi jual beli lahan. Memang saat ini perkembangan kawasan tersebut masih belum cukup pesat. Salah satu faktornya infrastruktur dan fasilitas di sana yang masih belum memadai. Padahal kawasan ini juga memiliki potensi keindahan alam yang sama dengan kawasan Selatan. Itu sebabnya rencana pembangunan bandara di Buleleng serta proyek jalan tol di Bali kawasan utara akan memacu nilai investasi di wilayah tersebut.

Deretan Kawasan Favorit

Tanah di Bali
Salah satu lokasi dengan harga yang cukup fantastis bisa dilihat di Seminyak, dimana di sini harga tanah ada yang mencapai kisaran 20 juta Rupiah per meter perseginya. Letak Seminyak yang berada di tepi pantai dengan panorama memukau serta dikelilingi dengan sejumlah kafe, butik, pusat hiburan, dan cukup dekat dengan pusat kota membuat titik ini memiliki nilai jual yang terus membumbung.
lokasi lain yang memiliki nilai investasi tinggi berada di sekitar Tanah Lot, Tabanan, Batu Belig, Jimbaran, Petitenget, dan Ubud. Sejumlah titik tersebut memiliki potensi dengan kekhasan pemandangan alam dan juga menjadi kawasan pusat budaya. Hal tersebut menjadi magnet tersendiri yang akan mendongkrak kedatangan wisatawan ke wilayah tersebut. Harga jual tanah yang tinggi di area ini juga dipengaruhi dengan ketersediaan infrastruktur yang cukup memadai sehingga menjadi menjadi menarik minat pengembang untuk membangun sejumlah proyek properti komersial di wilayah ini.
Peminat pembeli tanah di Bali juga tak sebatas untuk berukuran yang sangat luas. Beberapa pihak juga banyak melirik kavling yang banyak di tawarkan di sejumlah lokasi, misal di Seminyak, Petitenget, Jimbaran, juga di wilayah Badung. Lahan di kawasan ini banyak yang dikembangkan untuk membangun vila, kafe, juga restaurant yang merupakan pendukung industri pariwisata.