Kamis, 25 Juli 2013

Planet Terbesar di Jagat Raya


Sebuah tim astronom internasional mengumumkan bahwa mereka telah menemukan planet ekstrasolar terbesardi jagat raya saat ini yang memiliki ukuran 70% lebih besar dari Jupiter. Planet baru yang dijuluki TrES-4 ini, sebenarnya kurang masif dari Jupiter. Dengan ukurannya yang jauh lebih besar tapi memiliki massa yang lebih rendah, maka para ilmuwan menyimpulkan mungkin planet tersebut mengembang.

Penemuan TrES-4 dirilis oleh para astronom yang bekerja dengan Exoplanet Survey Trans-atlantic. Ini adalah jaringan teleskop otomatis kecil di Arizona, California, dan Kepulauan Canary yang dirancang untuk berhati-hati mengukur jumlah cahaya yang berasal dari bintang-bintang. Sebuah peredupan berkala dan cerah merupakan kandidat transit planet, mengubah cahaya dari bintang ketika mereka bergerak.

Rabu, 24 Juli 2013

5 Orang Sukses yang Awalnya Dianggap Gagal Bagian 1

 


1. Albert Enstein


Siapa yang belum tahu Albert Einstein? Dialah Ilmuwan terkenal abad 20 yang terkenal dengan teori relativitasnya. Dia juga salah satu peraih Nobel. Siapa sangka dia adalah seorang anak yang terlambat berbicara dan juga mengidap Autisme. Waktu kecil dia juga suka lalai dengan pelajaran.

Pajak Untuk Pria Tampan di Jepang

 


Ada-ada saja yang dilakukan Jepang untuk mendongkrak penerimaan pajak di negaranya. Jepang, salah satu negara dengan ekonomi terkuat di Asia ini, memang tengah mengalami krisis selama beberapa tahun terakhir. Tak hanya itu, angka kelahiran di Negari Sakura ini juga tergolong rendah, sementara populasi orang lanjut usia meningkat.

Untuk mengatasi ketiga persoalan itu, analis ekonomi Morinaga Takuro menwarkan solusi unik, seperti dilansir weirdasianews.com. Morinaga mengusulkan pemerintah memberlakukan pajak ganda atau pajak lebih tinggi untuk pria tampan.

Di sisi lain, pajak untuk pria kurang tampan dikurangi. Alasannya, dengan penerapan pajak proporsi itu, maka pria kurang tampan diharapkan mencari perempuan, menikah, dan memiliki anak.

Asal Usul Penamaan Bulan

 



Sebuah kalender adalah sebuah sistem untuk memberi nama pada sebuah periode waktu (seperti bulansebagai contohnya). Nama-nama ini dikenal sebagai tanggal kalender. Tanggal ini bisa didasarkan dari gerakan-gerakan benda angkasa seperti matahari dan bulan. Kalender juga dapat mengacu kepada alat yang mengilustrasikan sistem tersebut (sebagai contoh, sebuah kalender dinding).

Mengapa 1 Minggu = 7 Hari ?

 



Ada suatu waktu dalam sejarah awal manusia ketika hari-hari tidak diberi nama! Alasannya sangat sederhana. Manusia tidak menemukan minggu. 

Pada waktu itu, satu-satunya pembagian waktu adalah bulan, dan ada terlalu banyak hari dalam satu bulan untuk diberi nama sendiri-sendiri. Tetapi ketika manusia mulai membangun kota-kota, mereka ingin mempunyai hari istimewa untuk berdagang, suatu hari pasar. 

Tornodo Seukuran 5 Kali Bumi

 


Tornado merupakan peristiwa alam mematikan yang benar-benar dahsyat di Bumi. Miliaran dolar uang setiap tahunnya dikerahkan untuk membantu kerusakan properti. Tetapi, tornado tersebut masih belum apa-apa ketimbang tornado raksasa jenis baru ini.


Menurut laporan situs Today In Tech, Jumat (30/3), Para ilmuwan, baru-baru ini, menemukan supertornado raksasa di permukaan Matahari yang berukuran lima kali lebih besar dari planet kita sendiri. Gas yang berputar-putar itu ditemukan oleh satelit Solar Dynamic Observatory di NASA pada September 2011.

Astronom Temukan Planet Berlian

 


Sebuah bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang ternyata merupakan planet berlian. Menurut ilmuwan, planet yang ukurannya dua kali dari bumi ini seluruh permukaannya ditutupi belian.

Planet berbatu yang dikenal dengan nama 55 Cancri e ini mengorbit di sebuah bintang mirip matahari di rasi Cancer. Planet ini bergerak begitu cepat sehingga setahun waktu di sana setara 18 jam di bumi.

Planet yang ditemukan oleh tim riset Amerika Serikat-Prancis ini memiliki ukuran dua kali lipat dari bumi, tapi massanya delapan kali lebih besar. Planet ini memiliki kepadatan yang sama seperti bumi, meskipun planet berlian yang diamati sebelumnya terlihat jauh lebih padat. Planet ini juga sangat panas, dengan suhu di permukaannya mencapai 1.648 derajat Celsius.

Selasa, 02 Juli 2013

SpaceShipTwo usai melakukan ujicoba penerbangan supersonic.

FOTO
 
Selasa, 30 April 2013 | 20:23 WIB

Virgin Galactic Sukses Ujicoba Pesawat Ruang Angkasa

VIVAnews - Perusahaan wisata ruang angkasa, Virgin Galactic, sukses melakukan uji coba penerbangan pesawat ruang angkasa komersialnya, SpaceShipTwo. Space melansir, Selasa 30 April 2013, uji coba SpaceShipTwo dilakukan di Mojave Air dan Space Port di Mojave, California, AS.

Temani Astronot, Jepang Akan Kirim Robot ke Luar Angkasa

 

Robot humanoid setinggi 34 cm itu bernama Kirobo. Siapa dia?

ddd
Senin, 1 Juli 2013, 16:44 Muhammad Chandrataruna, Amal Nur Ngazis
Kirobo
Kirobo (space.com)
VIVAnews - Jepang punya ide unik dalam eksplorasi ruang angkasa. Negeri Matahari Terbit itu dilaporkan akan mengujicoba robot humanoid untuk membantu astronot dalam menjelajahi ruang angkasa.

Ditemukan, Planet Mirip Bumi Bercuaca Sejuk

 

Bisakah dihuni manusia kelak?

ddd
Minggu, 30 Juni 2013, 06:10 Muhammad Chandrataruna, Tommy Adi Wibowo
Ilustrasi atau gambaran kondisi di permukaan planet Gliese 581 D
Ilustrasi atau gambaran kondisi di permukaan planet Gliese 581 D (darink.devianart.com)
VIVAnews - Astronom menemukan tujuh planet yang memiliki posisi terdekat dengan Sistem Tata Surya. Tiga di antaranya diklaim mampu mendukung kehidupan seperti di Bumi.

Dari ketiga planet tersebut, ada planet yang paling mampu mendukung kehidupan. Diberi nama Gliese 667C, mengorbit di dekat rasi bintang Scorpius, jaraknya sekitar 20 tahun cahaya dari Bumi.

Daily Mail melansir, 30 Juni 2013, para astronom percaya bahwa planet tersebut adalah zona habitat yang layak bagi manusia. Itu terlihat dari orbitnya yang lumayan jauh dari pusat Tata Surya atau matahari, sehingga diperkirakan memiliki suhu sejuk, bahkan sangat dingin, dan diduga mempunyai kandungan air.

Posisi Gliese 667C sangat dekat dengan dua planet lainnya, sehingga ketika malam hari, dua planet lainnya diduga akan tampak seperti bulan purnama.

Sebelumnya, menurut Guillem Anglada Escuda, dari University of Gottingen, Jerman, para ilmuwan tidak mendapat sinyal keberadaan planet Gliese 667C dalam data-data pemantauan.

"Setelah memeriksa kembali data-data tersebut dan melakukan pemantauan baru, hasilnya positif, kami mendeteksi tanda-tanda keberadaan tentang planet itu," kata Escuda.

Escuda menambahkan, planet Gliese 667C memiliki ukuran lebih kecil dari Bumi. Sedangkan, posisi Gliese 667C yang jauh dari pusat tata surya mengakibatkan cahaya di planet itu menjadi redup dan bercuaca dingin.

"Bumi mengelilingi matahari dengan jarak yang dekat sehingga membuat cuacanya panas. Tapi, Gliese 667C tidak mengorbit dekat dengan matahari, cuacanya akan lebih sejuk," tambahnya.

Perburuan planet

Sementara itu, Rory Barnes, ilmuwan dari University of Washington, AS, mengatakan dari tujuh planet yang ditemukan, manusia harus segera menemukan planet lain mana yang benar-benar layak huni.

"Meskipun ukuran planet Gliese 667C terlalu kecil ketika dilihat dari teleskop, tapi planet itu memiliki gravitasi terhadap planet-planet lainnya," kata Barnes.

Barnes menuturkan, dengan ditemukannya gravitasi itu, maka para astronom dapat menghitung jarak orbit dan massa dari planet Gliese 667C.

Temuan terbaru ini sudah diterbitkan oleh European Southern Observatory di Jurnal Astronomy & Astrophysics

sumber