Sabtu, 27 Juli 2013

Luasnya Jagad Raya Dan Tahun Cahaya

Dalam postingan kali ini yang terinspirasi oleh pelajaran fisika walaupun saya gk suka fisika tapi tentang jagad raya patut untuk di kaji,gk tau mau mulai dari mana,karna banyak bgt ilmu yang bisa didapat tentang jagad raya ini,ok kita mulai dari TAHUN CAHAYA

Tahun Cahaya
panjang yang didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun melewati ruang hampa udara. Istilah tahun yang digunakan untuk perhitungan adalah tahun Julian yang mempunyai 365,25 hari atau 31.557.600 detik. Kadang kala rata-rata tahun tropis 31.556.925,9747 detik digunakan. Karena cahaya menempuh kecepatan 299.792.458 meter per detik (ms-1) dalam ruang hampa udara, maka dengan menggunakan tahun Julian, satu tahun cahaya sama dengan 9.460.730.472.580,8 kilometer, atau sering dibulatkan menjadi 1012 kilometer.jadi bayangkan saja gambar yang terjauh yang pernah di ambil oleh umat manusia adalah gambar dari kejauhan 78 milyar tahun cahaya,Bayangkanlah kamu berada dalam pesawat yang kecepatannya sama dengan kecepatan cahaya yakni 300.000 km per sekon.

Ini berarti dalam satu kedipan mata, kamu yang sebelummnya berada di Banda Aceh akan sampai di Papua. Dalam satu menit kamu telah mengelilingi bumi sebanyak tujuh kali. Dan dalam waktu lima menit kamu telah tiba di matahari. Sekarang bayangkanlah benar-benar, seolah-olah kamu sedang berada di dalam pesawat ruang angkasa. Hari berganti hari,bulan bergani bulan, sampai genap satahun kamu berkendaraan. Alangkah jauhnya jarak yang telah kamu tempuh. Itulah jarak satu tahun cahaya

Nasa Temukan Jutaan Lubang Hitam (Black Hole)
Kelihatannya teori tentang jumlah  lubang hitam di jagat raya akan terus menerus berubah seiring dengan  terkuwaknya fenomena-fenomena jagat raya yang berhasil diungkap oleh para ilmuwan,yang sejak lama di yakini memang hanya satu “lubang Hitam” dipusat sistem tata surya sekarang kelihatannnya tidak bisa di pertahankan lagi dan akan terus berubah.
Dalam konteks ini NASA telah menemukan jutaan lubang hitam dengan ukuran sangat amat besar dan galaksi-galaksi yang bersuhu tinggi di jagat raya ini,sebagaimana laporan Daniel Sterm.Menurut Sterm , astronom NASA bahwa “Kami telah mengepung lubang hitam”ujar astronom dari NASA tersebut.
Sebelumnya benda-benda di jagad raya itu tertutup debu sangat tebal sehingga tidak tertembus , tetapi kemudian teleskop yang dimiliki oleh Badan Antariksa AS( NASA )yang dinamakan “Wide-Field Inflared Survey Explorer(WISE) berhasil menerobosnya.Teleskop WISE  tersebut berhasil menembus gelombang amat sangat panas serta memberikan gambar objek-objek  paling cemerlang  di jagad raya.
Menurutnya pula,bahwa penemuan itu akan membantu para ilmuwan untuk mengetahui bagaimana galaksi dan lubang hitam itu terbentuk,karena diyakini sekarang terdapat lubang hitam   disetiap pusat galaksi yang sangat luas tersebut.Lubang-lubang hitam itu menelan debu,gas dan bintang-bintang serta juga terkadang bisa  mengeluarkan cukup energi untuk menghentikan formasi bintang-bintang tersebut.
Teleskop WISE(Wide–Field  Inflared Survey Explorer) meskipun telah menemukan beberapa kejutan, namun demikian  belum bisa memecahkan kemisterian soal bagaimana mekanisme keduanya berevolusi. WISE telah berhasil menemukan jutaan lubang hitam di langit,dan sudah mengepungnya ,ujar Daniel Sterm salah seorang pakar jagad raya tersebut.Dan data penemuan NASA tersebut akan segera di publikasikan kepada masyarakat agar bisa melakukan penelitiannya sendiri,ujarnya pula dalam konferfensi persnya  di negara  bagian California itu.
Berbagai penemuan tersebut semakin terkuwak-sedikit demi sedikit mengenai tanda-tanda kebesaran kekuasaan Allah SWT yang terdapat pada jagad raya  yang oleh Islam seringkali disebutnya”dalil kauniah” itu.Seiring dengan penemuan jutaan lubang hitam di jagad raya,yang ditiap pusat galaksi terdapat satu lubang hitam yang mengisyaratkan “Konsep alam ganda”yang di sebutkan dalam Al Qur’an ,ktab suci umat islam itu mulai terungkap juga.Namun hal itu tentu saja belum final,karena masih sangat sedikit yang baru diketahui oleh para ilmuwan  tersebut.Karena menurut perkiraan para astronom dijagad raya ini terdapat lebih 400 Milyar  sistem seperti tata surya yang dikenal manusia.

Umur Bintang Tertua
Berkeley -- Keberadaan bintang-bintang tertua di alam semesta berhasil dikuak oleh Marco Ajello, seorang astrofisikawan di University of California, Amerika Serikat. Cahaya yang dipancarkan bintang-bintang kuno itu mampu dideteksi menggunakan teleskop Antariksa Fermi Gamma-ray.

"Bintang-bintang ini mungkin adalah benda pertama yang terbentuk di alam semesta," kata Ajello, seperti dikutip New York Times, Rabu 7 November 2012. "Mereka hanya terbentuk sekitar 500 juta tahun setelah Big Bang."

Para ilmuwan meyakini bahwa Big Bang--ledakan besar yang membentuk jagad raya--terjadi sekitar 13 miliar tahun lalu. Sejak saat itu alam semesta terus berkembang, bintang dan planet serta benda antariksa lainnya tercipta.

Ajello mengatakan, bintang-bintang pertama yang mengisi alam semesta berukuran besar dan terutama terbentuk dari gas hidrogen. Bintang-bintang ini lantas terbakar secara cepat dan meledak ejak dini menjadi supernova. "Kendati keberadaannya sudah lama musnah, tapi cahaya dari mereka masih terpancar," kata dia.

Mengukur cahaya bintang kuno secara langsung adalah mustahil karena cahaya dari galaksi Bima Sakti (tempat Bumi berada) jauh lebih kuat. Ajello hanya bisa memanfaatkan sinar gamma untuk mendeteksi jejak cahaya itu. Metode ini membuatnya bergantung pada blazar, galaksi terjauh yang memancarkan sinar gamma.

"Mereka seperti mercusuar yang sangat jauh dari Bumi," kata Ajello. Menurutnya, bintang-bintang kuno itu berada pada dimensi jarak yang berbeda dengan Bumi, sehingga kadar cahaya yang terpancar di zaman yang berbeda dapat dideteksi.

Ajello dan rekan-rekannya mengumpulkan berbagai data pancaran cahaya di alam semesta, mulai dari yang berusia 4 miliar tahun, 8 miliar tahun, dan 11 miliar tahun setelah Big Bang. Ia berharap dapat memetakan titik-titik petunjuk yang tepat untuk menuntun ke masa awal terbentuknya alam semesta.

"Karena alam semesta terus berkembang, cara terbaik untuk mengukurnya adalah pergi sejauh mungkin ke awal sejarah alam semesta," katanya. Ia memperkirakan 1-2 miliar tahun setelah Big Bang merupakan waktu yang pas untuk memperoleh pengukuran yang lebih akurat.

Ajello melakukan penelitian saat masih bekerja di Stanford University. Ia dan rekan-rekannya melaporkan temuan ini dalam jurnal Science edisi terbaru.

Masi banyak lagi yang bisa dipelajari dari jagad raya ini,tapi karena saya tdk tau mau mulai dari mana dan mencari sumber yang berkualitas jadi sekian saja,kalau mau tahu lebih dalam tntang jagad raya anda bisa browsing di google dan mencari sebanyak banyaknya ilmu yang bermanfaat


Sumber : http://blogedmkn.blogspot.com/2013/02/luasnya-jagad-raya-dan-tahun-cahaya.html#ixzz2aEAj8Su0


Sumber : http://blogedmkn.blogspot.com/2013/02/luasnya-jagad-raya-dan-tahun-cahaya.html#ixzz2aEAYMLDx



Sumber : http://blogedmkn.blogspot.com/2013/02/luasnya-jagad-raya-dan-tahun-cahaya.html#ixzz2aEA45Olz