Rabu, 23 September 2015

Manfaat Pengobatan Rudraksha (Ganitri)


Oleh: Saravana Kumar
'Let your religion be less of a theory and more of a love affair-G.K. Chesterton' photo (c) 2008, Sharan Ranjit - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/
Rudraksha adalah cemara besar berdaun lebar yang bijinya secara tradisional digunakan sebagai tasbih dalam agama Hindu. Tumbuhan dalam genusElaeocarpus ini memiliki beberapa spesies, di antaranya adalah E. Ganitrus. Nama Ganitrus ini mungkin diambil dari ganitri, sebutannya dalam bahasa Sunda dan Melayu. Rudraksha tumbuh di daerah aliran sungai Gangga di kaki pegunungan Himalaya sampai ke Asia Tenggara, New Guinea, Australia, Guam, dan Hawaii.
Rudraksha telah diidentifikasi sebagai obat sejak 1500 SM di India. Sejak saat itu, banyak penelitian telah dilakukan oleh para dokter Ayurvedik India untuk lebih memanfaatkan Rudraksha sebagai obat potensial.

Sifat elektromagnetik

Sebelum digunakan sebagai obat dalam tradisi Ayurveda, Rudraksha telah ditemukan memiliki kekuatan penyembuhan yang besar dengan memakainya. Kekuatan penyembuhan Rudraksha berasal dari sifat elektromagnetiknya. Ketika manik-manik Rudraksha ditempatkan di atas jantung, mereka bertindak untuk menstabilkan denyut jantung. Seperti magnet, manik-manik itu bekerja dengan prinsip Polaritas Dinamis (Dynamic Polarity) di mana impuls listrik dan induksi halus dipancarkan dengan polaritas dan intensitas yang berlawanan. Dengan demikian, kekuatan penyeimbang secara proporsional diberikan pada jantung untuk mengatur jika denyutannya di atas atau di bawah tingkat normal. Tindakan ini membantu untuk memastikan sirkulasi darah yang ideal dalam tubuh.

Khasiat obat

Dalam pengobatan Ayurvedik, biji dan buah Rudraksha digunakan untuk segala macam penyakit yang telah terbukti secara ilmiah. Khasiatnya sebagai obat termasuk:
  • Sebagai anti-inflamasi yang dapat mengurangi rasa sakit arthritis dan efektif terhadap infeksi jamur seperti Candida albicans (kandidiasis).
  • Sebagai anti-nyeri (analgesik) yang membantu dalam menghilangkan rasa sakit seperti sakit kepala.
  • Sebagai anti-kejang yang berguna dalam mengobati neuralgia dan epilepsi.
  • Meringankan gejala asma, masalah bronkial dan batuk.
  • Menurunkan kadar kolesterol darah, melindungi jantung dan menurunkan tekanan darah.
  • Mengendurkan otot-otot halus dalam tubuh dan menyembuhkan ulkus.
  • Sebagai anti-depresan untuk menurunkan tingkat kecemasan dan sebagai obat penenang ringan, telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan untuk kegilaan, masalah mental dan insomnia.
  • Untuk mengobati penyakit-penyakit lainnya seperti masuk angin, demam dan penyakit kuning.

Resep pengobatan

Berikut adalah beberapa contoh penggunaan Rudraksha dalam pengobatan Ayurvedik :
  • Ketika lidah retak, tumpul rasa (tastelessness) atau baal, berkumur dengan rebusan Rudraksha sangat efektif untuk meningkatkan nafsu makan.
  • Rebus 9 biji Rudraksha dengan 200 ml minyak Jahe dan 90 daun Tulsi selama 30 menit dan saring. Kemudian terapkan hangat-hangat minyak ramuan itu pada dada untuk menyembuhkan sakit radang paru-paru dan nyeri dada spasmatik.
  • Dalam kasus pembengkakan lutut dan sendi lain, campur bubuk Rudraksha dengan bubuk daun apel dalam jumlah yang sama. Bersama dengan minyak mustard hangat,  terapkan pada bagian yang sakit.
  • Untuk kelemahan saraf,  konsumsi takaran yang sama Rudraksha churna, Pearl Bhasma dan coral bhasma 2 gram secara harian untuk hasil yang lebih baik.
  • Untuk batuk kronis, terutama batuk yang berdahak, konsumsi campuran pasta Rudraksha dengan pasta Tulsi (Holy basil) yang kering dan madu.
  • Untuk penyembuhan kolesterol tinggi dalam darah, rebus secangkir susu dengan satu Rudraksha dan satu siung bawang putih. Setelah susu direbus, biji Rudraksha dibuang tetapi bawang putih dikonsumsi bersama dengan susu. Lakukan secara teratur selama 3 bulan.
  • Rendam 3 biji Rudraksha dengan air satu gelas ukuran sedang dan satu siung bawang putih selama satu malam.  Konsumsi selama 60 hari untuk menyembuhkan penyakit jantung.
  • Rendam Rudraksha dalam secangkir air selama satu malam. Minumlah air tersebut pagi-pagi saat perut kosong  untuk menjaga tekanan darah tetap normal.
  • Campur pasta Rudraksha dengan kulit kayu Neem dan madu dalam jumlah sama. Gunakan secara internal untuk mendapatkan hasil yang sangat baik pada cacar dan cacar air.
  • Campur 2 gram pasta Rudraksha dengan 2 gram jus jahe dan gunakan secara internal sekali sehari untuk menormalkan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan.
  • Campur bubuk Rudraksha dengan madu secukupnya. Konsumsi sebagai selai untuk menyembuhkan mati rasa dan menyehatkan sistem saraf.
  • Untuk sensasi mata  terbakar dan konjungtivitis,  rendam Rudraksha dalam air mawar selama satu jam lalu gunakan air itu sebagai tetes mata.
  • Rebus Rudraksha dalam secangkir susu. Setelah susu didinginkan, buang biji Rudraksha dan minum susu itu sebelum tidur selama 40 hari untuk mengatasi masalah mental, meningkatkan daya memori dan kesehatan umum.
  • Untuk flek hitam di wajah, campur pasta Rudraksha dengan bubuk Cendana dan diterapkan secara eksternal di tempat flek.
  • Untuk sakit kepala, terapkan pasta Rudraksha dan jahe kering pada dahi untuk meringankan rasa sakit.
  • Dalam kasus bronkitis pada anak-anak, campur 1 gram bubuk Rudraksha dengan madu.  Berikan secara internal setiap jam untuk membantu mengeluarkan dahak.
  • Terapkan pasta Rudraksha dan kayu Cendana pada kelopak mata di malam hari untuk menyembuhkan perlengketan kelopak mata dan menyegarkan mata.
  • Untuk arthritis rematik, konsumsi pasta yang dibuat dari dua bagian bubuk Rudraksha, satu bagian jahe kering, satu bagian lada dan satu bagian pippali.

Kesimpulan

Bahkan ketika seluruh dunia telah beralih ke pengobatan modern, pengobatan herbal alami masih menyediakan beberapa obat penting bagi umat manusia. Dalam dunia yang serba modern saat ini, pencarian untuk pengobatan herbal telah berkurang dan terlupakan. Jika situasi ini terus berlanjut, generasi masa depan kita tidak akan mengetahui kepentingan dan daya penyembuhan paripurna yang dapat disediakan oleh obat-obatan herbal. Bahkan, ada penyakit-penyakit tertentu yang tidak dapat diobati dengan obat modern, tetapi dapat diobati dengan obat herbal alami. Oleh karena itu, obat herbal harus dijaga dan dilindungi sebagai obat alternatif dan demi kebaikan generasi mendatang.
Tentang Penulis:
Saravana Kumar adalah mahasiswa Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Bandung. Untuk interaksi dan korespodensi lebih lanjut, silakan menghubungi penulis melalui halaman kontak.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar