Rabu, 23 September 2015

Sejarah, manfaat, dan kandungan pada buah jenitri yang baik untuk kesehatan


 on Monday, May 11, 2015 
Sejarah, manfaat, dan kandungan pada buah jenitri yang baik untuk kesehatan



Dalam artikel kali ini saya akan membahas tentang sejarah, manfaat dan kandungan pada buah jenitri yang  sangat fenomenal saat  ini. Buah jenitri di India disebut dengan Rudraksha, tanaman jenitri termasuk dalam family Elaeocarpaceae. Tanaman ini berbatang tegak dan bulat dengan warna coklat. Di sepanjang tepi dari daunnya bergerigi dan runcing di bagian ujung. Kata rudraksha sendiri berasal dari kata rudra yang diartikan dengan dewa siwa, dan kata aksa diartikan dengan mata. jadi arti kata rudraksha secara keselluruhan adalah mata dewa siwa atau mata siwa.

Negara pemasok biji jenitri
Negara pemasok buah jenitri terbesar di dunia adalah Indonesia, meskipun tanaman jenitri berasal dari India. Indonesia sendiri memasok kebutuhan biji jenitri sebesar 70%, 20% dari Nepal, sedangkan India, Negara yang banyak permintaan buah jenitri hanya memproduksi sebesar 5% saja. Sejarah kenapa di Indonesia menjadi pemasok biji jentiri terbesar adalah bermula dari 150 tahun yang lalu. Ada seseorang dari India yang menitipkan biji jenitri kepada seseorang. Kemudian tanaman itu ditanam, tidak disangka tanaman jenitri di Indonesia menghasilkan biji jenitri yang berkualitas tinggi. Sejak saat itu banyak masyarakat yang mulai menanam tanaman itu untuk diekspor ke India.

Tingkatan jenitri
Harga dari biji jenitri ditentukan oleh mukis, mukis adalah jumlah serat pada biji jenitri atau garis lekukan yang terdapat pada biji jenitri. Semakin banyak jumlah mukis, akan semakin mahal pula harga biji jenitri tersebut.

Kandungan pada biji jenitri
Kandungan biji jenitri sebenarnya tidak jauh beda dengan kandungan pada buah lainnya, kandungan tersebut adalah:
Karbon 50,024 %
Hirogen 17,798%
Nitrogen 0,9461%
Oksigen 30,4531%

Beberapa elemen mikro
Aluminium
Kalsium
Klorin
Tembaga
Kobalt
Nikel
Besi
Magnesium
Mangan
Fosfor

Manfaat jenitri untuk kesehatan
Menurut riset dari Institut Teknologi India. Biji jenitri memiliki spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Biji jenitri juga memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday. Hasil dari konduksi electron alkalin. Karena itu biji jenitri dipercaya dapat mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental. Biji jenitri memiliki sifat anti pembengkakan radang akut dan non akut. Enitri juga bisa menghilangkan sakit kepala atau antidepresan dan anti biotik .Riset yang lain juga membuktikan bahwa jenitri juga mencegah kerusakan paru-paru. Ini dikarenakan jenitri mengandung steroid, alkaloid, glikosida, flavonoid. Zat-zat ini juga berfungsi sebagai anti bakteri.

Jenitri bermanfaat untuk diet
Zat alkaloid yang terdapat dalam jenitri. Pseudoepi-isoelaecaarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline. Senyawa-senyawa itu berkhasiat menghancurkan lemak badan. Caranya adalah, ambil 25 gram buah jenitri kering, kemudian cuci dan rebus dalam 1 gelas air sampai air tersisa setengah. Dinginkan, kemudian saring air rebusan. Setelah disaring, minum sekaligus.

Jenitri bermanfaat untuk menghisap polutan

Hasil riset dari institut teknologi bandung, Indonesia. Jenitri dapat menyerap polutan. Ini berdasarkan riset yang mereka lakukan. Mereka melakukan riset dengan cara membuat kotak kaca yang berisikan emisi gas dari hasil pembakaran tiga jenis bahan bakar yang mempunyai kandungan biodiesel berbeda. Ternyata kotak yang terdapat jenitri di dalamnya dapat menurunkan kandungan polutan hingga 75%. Itulah sebabnya tanaman jenitri digunakan sebagai pohon pelindung di sepanjang jalan di bandung yang menuju lembang.

sumber