Rabu, 10 Januari 2018

White Hole, Lubang Raksasa di Antariksa


Beberapa ilmuwan seperti Profesor Michio Kaku menyatakan bahwa white hole merupakan sisi lain dari blackhole. Kita pasti penasaran kemanakah semua materi yang diserap blackhole berujung, apakah black hole itu sebuat pintu yang menuju sisi lain dari jagat raya? dari pertanyaan imajinasi ini maka muncul teori white hole.

Selasa, 09 Januari 2018

10 Fenomena Penuh Misteri di Luar Angkasa


Berikut ini adalah 10 Fenomena Penuh Misteri di Luar Angkasa
1. Tabrakan Antar Galaksi
tabrakan Andromeda
Ternyata galaksi pun dapat saling “memakan” satu sama lain. Yang lebih mengejutkan adalah galaksi Andromeda sedang bergerak mendekati galaksi Bima Sakti kita. Gambar di atas merupakan simulasi tabrakan Andromeda dan galaksi kita, yang akan terjadi dalam waktu sekitar 3 milyar tahun.Credit:


F. Summers/C. Mihos/L. Hemquist





Selasa, 19 September 2017

Dimensi-dimensi Alam Semesta yang Tak Terlihat

Senin, 15 Oktober 2012


    Oleh: Nima Arkani-Hamed, Savas Dimopoulos, dan Georgi Dvali

    Ilustrasi oleh: Bryan Christie Design
    (Sumber: Scientific American, Special Edition – The Once and Future Cosmos, 31 Desember 2002, hal. 66-73)

    "Alam semesta tampak (visible universe) boleh jadi terletak pada sebuah membran yang mengapung di ruang dimensi tinggi".

    Alam semesta membran di alam dimensi tinggi
    boleh jadi merupakan tempat kita hidup. Eksp
    erimen-eksperimen mungkin dapat mendeteksi
    tanda-tanda dimensi tambahan berukuran ham
    pir satu millimeter dalam masa dekat ini.

    Cerita klasik tahun 1884 karya Edwin A. Abbott, Flatland: A Romance of Many Dimensions, melukiskan petualangan “A. Square”, karakter yang hidup di dunia dua-dimensi yang dihuni oleh sosok-sosok animasi geometris—segitiga, persegi, segilima, dan sebagainya. Menjelang akhir cerita, pada hari pertama tahun 2000, makhluk spheris dari “Spaceland” tiga-dimensi melintasi Flatland dan mengangkut A. Square keluar dari domain bidang [Flatland] untuk menunjukkan kepadanya alam dunia tiga-dimensi sejati yang lebih besar. Begitu memahami apa yang diperlihatkan oleh lingkungan tersebut, A. Square berspekulasi bahwa Spaceland sendiri mungkin eksis sebagai subruang kecil alam semesta empat-dimensi yang lebih besar lagi.

    Pandangan Kita Terhadap Dunia

    Kamis, 31 Mei 2012



    Motivasi dan perilaku seseorang dipengaruhi pandangannya mengenai dunia, seperti moral dan agama

    Oleh Robert Todd Carrol, 2004

    Masing-masing kita memiliki sederetan nilai dan keyakinandasar mengenai dunia ini. Nilai dan keyakinan ini adalah saringan dimana kita mempersepsi dunia dan menafsirkan pengalaman. Nilai seseorang dapat mempengaruhi bukan hanya seberapa pentingnya nilai yang ia berikan pada fakta, namun juga apa yang ia anggap sebagai fakta. Keyakinan moral dan agama adalah bagian dari pandangan seseorang terhadap dunia dan seringkali bertabrakan dengan pandangan dunia orang lain.

    Beberapa pandangan memuat pemahaman kalau pandangan lainnya harus dimusnahkan dan mereka harus menjadi pandangan yang dominan. Pandangan demikian tidak menerima kompromi dan memandang mereka yang mengajukan toleransi pada pandangan lain adalah bagian dari sebuah konspirasi untuk meremehkan mereka dengan mendukung berpikir bebas. Kelompok agama ultrakonservatif dicirikan oleh pandangan dunia yang demikian.

    Konflik Tradisionalis dan Modernis : Kemunculan Pihak Ketiga

    Kamis, 31 Mei 2012


    Apa perbedaan di antara ketiganya dan mana yang lebih dipercaya oleh para ilmuan dan lebih mempercayai sains?

    Sungguh mengesankan bahwa saya mengetahui teori evolusi justru dari karangan yang mengkritik habis-habisan teori tersebut. Mungkin sudah sepuluh tahun lebih Harun Yahya dan gerakan anti evolusi menyebarkan pengaruhnya pada dunia pembaca sains awam di Indonesia. Gerakan anti evolusi sebenarnya bisa dilacak hingga tahun 1974 di Kanawha, Virginia Barat, Amerika Serikat. Saat itu terjadi penolakan besar-besaran terhadap pengajaran teori evolusi dalam buku paket Biologi oleh beberapa pihak yang mengatasnamakan agama.

    Ann Page dan Donald Clelland tahun 1978 menyajikan sudut pandang sosiologis pada asal usul anti evolusi atau yang secara positif di istilahkan sebagai kreasionisme. Menurut kedua pakar sosiologi ini, konflik yang terjadi seperti di Kanawha merupakan konflik tingkat kelompok, bukannya individual. Konflik ini terjadi akibat perbedaan pandangan dunia dari tiap kelompok.

    Senin, 18 September 2017

    Cain Lemon Tree.........segera di buka 23 September 2017


    Klik untuk tau lokasinya   :   CAIN LEMONTREE

    SEGERA DI BUKA TANGGAL 23 September 2017 di dekat warung Doyong Bogor....klik lokasi :CAIN LEMONTREE

    "ENAK NYA KELEWATAN "........................kalau nggak cobain nyesel ..deh.


    Waralaba Ayam panggang santan khas Bogor 1978.







    Apa itu Cain lemon tree ?..................Cain lemon tree adalah merk dagang  dari ayam panggang santan khas Bogor yang dimulai sejak tahun 1978.(=39 tahun  lamanya  kuliner ini exis, artikel ini ditulis 1 April  tahun 2017)
    Pada awalnya adalah seorang anak muda yang bernama Indra Gustalim yang sehari hari dipanggil dengan nama panggilan Ca”in yang membantu pamannya berdagang ayam panggang santan dengan cara di jajakan secara ber keliling dari rumah ke rumah di seputaran jl.Suryakencana,Gg pedati,lawang seketeng,kampung gudang,pasar cunpok,Gang out, di kota Bogor.
    Cain muda sudah mulai berkeluarga dan mulai harus menghidupi keluarganya sendiri dengan berbekal pengalaman dalam membantu pamannya menjajakan ayam panggang santan berkeliling ia meminta izin kepada pamannya untuk bisa berdagang sendiri,oleh karena itu ia membuka lapak dagangan ayam panggang santan di pasar bogor belakang,......ya okelah kebutuhan keluarga tercukupi dengan berdagang ayam panggang santan ini karena rasanya yang enak,original dan otentik.

    Selasa, 22 Agustus 2017

    Tentang Energi



    Yang tercinta, sekarang saya akan berbicara kepada Anda tentang energi. Bayangkan sejenak tentang sebuah bola, setiap ukuran yang ingin Anda bayangkan. Kita akan mengambil ukuran barangkali dua belas inci hanya sebagai contoh, tapi bisa sebesar yang Anda inginkan. Didalam lingkup tersebut banyak titik yang dihubungkan oleh energi satu sama lain sehingga titik-titik terhubung ini tampak seperti menjadi bola, bola yang padat.

    Realitas: Hanyalah Ilusi


    Oleh: Leonardo Vintiñi

    Segala peristiwa dan semua materi yang kita lihat di alam semesta adalah sesuai dengan apa yang kita ketahui sebagai realitas. Gagasan bahwa alam semesta kita seperti sebuah ilusi raksasa, atau seperti produk dari realitas maya yang sangat kompleks, dianggap lebih mirip hasil karangan cerdas dari sebuah fiksi ilmu pengetahuan daripada dunia yang kasar dan tidak sempurna yang kita alami setiap hari.

    Senin, 21 Agustus 2017

    Kesadaran dan Akhir Perang Antara Sains dan Agama



    Jika makhluk Mars mendarat dengan piring terbang saat ini dan melihat bagaimana para agamawan berperang melawan para ilmuwan, ia akan terkejut betapa berapi-apinya manusia di kedua sisi tersebut. Perang tentang apa ini? Fakta ilmu pengetahuan telah lama mengalahkan keyakinan lama. Ketika teori evolusi Darwin menggantikan Kitab Kejadian untuk menjelaskan munculnya manusia, di pertengahan abad ke-19, tren terhadap keyakinan menjadi usang. Dunia telah diciptakan kembali sebagai bentuk material, yang diatur oleh hukum alam, acak dalam efeknya, dan kebal terhadap intervensi ilahi. Tidak hanya ilmu pengetahuan tetapi ribuan doa yang tidak terjawab telah melakukan andil mereka untuk menurunkan Tuhan dari tahtanya.

    Saya tidak tertarik pada apa yang menyebabkan perbedaan ini, dan karena itu saya ingin untuk membimbing perdebatan ini menjauh dari agama. Dan karena agama adalah bentuk utama dari spiritualitas dalam kehidupan kebanyakan orang, kita harus menjauh dari spiritualitas juga, setidaknya pada awalnya. Pertama kita harus mengapresiasi upaya sains untuk menjawab misteri yang mendasar tentang alam semesta ini. Yang sekarang dikenal:

    Ilusi Waktu



    Ini mungkin mengejutkan bagi sebagian besar non-ilmuwan dan bahkan beberapa ilmuwan, ketika Albert Einstein menyimpulkan dalam masa hidupnya bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan semua ada secara bersamaan. Pada tahun 1952, dalam bukunya berjudul Relativity, ketika membahas Dunia Ruang Minkowski yang merupakan interpretasi dari teori relativitas, Einstein menulis:

    "Karena terdapat struktur empat dimensi [ruang-waktu] tidak ada lagi bagian yang mewakili “saat ini” secara obyektif, konsep terjadi dan menjadi memang belum sepenuhnya dihentikan, tetapi semua menjadi rumit. Maka dari itu tampaknya lebih wajar untuk berpikir realitas fisik ini sebagai keberadaan empat dimensi, bukan, seperti sekarang, evolusi dari keberadaan tiga dimensi".