Rabu, 25 September 2013

Maksud-Tujuan Allah Segera Akan Diwujudkan-bagian 7


 

 

1 Meskipun Allah telah mengizinkan ketidaksempurnaan dan penderitaan selama jangka waktu yang lama dari sudut pandangan manusia, Ia tidak akan membiarkan keadaan buruk berlangsung sampai waktu yang tidak tertentu. Alkitab memberi tahu kita bahwa dalam mengizinkan segala sesuatu terjadi, Allah memiliki jangka waktu spesifik.

2 ”Untuk segala sesuatu ada masanya”. (Pengkhotbah 3:1) Bila waktu yang diberikan Allah dalam mengizinkan kejahatan dan penderitaan berakhir, maka Ia akan campur tangan dalam urusan-urusan umat manusia. Ia akan mengakhiri kejahatan serta penderitaan dan akan memenuhi maksud-tujuan-Nya yang semula untuk membuat bumi dipenuhi dengan keluarga umat manusia yang sempurna dan berbahagia yang menikmati perdamaian total dan keamanan ekonomi di tengah-tengah keadaan Firdaus.

Penghakiman Allah

3 Perhatikan beberapa dari banyak nubuat Alkitab yang menyatakan apa artinya campur tangan Allah yang akan segera dilaksanakan, yaitu hasil penghakiman-Nya, bagi keluarga manusia:

4 ”Orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.”—Amsal 2:21, 22.

5 ”Orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan [Yehuwa] akan mewarisi negeri. Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik . . . Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.”—Mazmur 37:9-11.

6 ”Nantikanlah [Yehuwa] dan tetap ikutilah jalanNya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan. Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan; tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.”—Mazmur 37:34, 37, 38.

7 Oleh karena itu, mengingat masa depan menakjubkan yang akan datang bagi orang-orang yang mengakui hak Pencipta yang mahakuasa untuk memerintah atas kita, kita didesak, ”Biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.” Sebenarnya, kehidupan kekal akan ditambahkan kepada orang-orang yang memilih untuk melakukan kehendak Allah! Maka, Firman Allah menasihati kita, ”Percayalah kepada [Yehuwa] dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”—Amsal 3:1, 2, 5, 6.

Pemerintahan Allah dari Surga

8 Allah akan melaksanakan pembersihan bumi melalui pemerintahan terbaik yang dapat dimiliki umat manusia. Ini adalah pemerintahan yang mencerminkan hikmat ilahi karena memerintah dari surga di bawah bimbingan Allah. Dan Kerajaan surgawi tersebut akan meniadakan segala bentuk pemerintahan manusia dari bumi. Manusia tidak pernah akan mempunyai pilihan lagi untuk berupaya memerintah terlepas dari Allah.

9 Berkenaan hal ini, nubuat di Daniel 2:44 menyatakan, ”Tetapi pada zaman raja-raja [pemerintahan-pemerintahan zaman sekarang], Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan [di surga] yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain [manusia tidak pernah akan diizinkan lagi untuk memerintah terlepas dari Allah]: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan [yang sekarang ada] dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya.”—Lihat juga Wahyu 19:11-21; 20:4-6.

10 Maka, umat manusia tidak pernah akan memiliki lagi bentuk-bentuk pemerintahan yang korup, karena setelah Allah mengakhiri sistem ini, pemerintahan manusia yang terlepas dari-Nya tidak pernah akan ada lagi. Dan Kerajaan yang memerintah dari surga tidak akan dirusak, karena Allah adalah Pemula dan Pemeliharanya. Sebaliknya, ini akan beroperasi demi manfaat terbaik rakyat manusiawinya. Kehendak Allah kemudian akan dilaksanakan di seluruh bumi sama seperti di surga. Itulah sebabnya Yesus dapat mengajar murid-muridnya untuk berdoa kepada Allah, ”Datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di sorga.”—Matius 6:10.

Seberapa Dekatkah Kita?

11 Seberapa dekatkah kita dengan akhir dari sistem perkara yang tidak memuaskan ini dan awal dari dunia baru Allah? Nubuat Alkitab dengan jelas memberi kita jawabannya. Misalnya, Yesus sendiri menubuatkan apa yang perlu kita cari agar kita dapat menentukan posisi kita berkenaan, sebagaimana Alkitab katakan, ”kesudahan sistem perkara ini”. [NW] Ini dicatat di Matius pasal 24 dan 25, Markus 13, dan Lukas 21. Juga seperti dicatat di 2 Timotius pasal 3, rasul Paulus menubuatkan bahwa akan ada suatu jangka waktu yang disebut ”hari-hari terakhir” manakala berbagai peristiwa akan membuktikan selanjutnya di mana kita berada dalam arus waktu.

12 Yesus berkata bahwa jangka waktu tersebut dimulai dengan peristiwa-peristiwa ini, ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.” (Matius 24:7) Lukas 21:11 memperlihatkan bahwa ia juga menyebutkan ”di berbagai tempat akan ada penyakit sampar”. Dan ia juga memperingatkan tentang ”makin bertambahnya kedurhakaan”.—Matius 24:12.

13 Rasul Paulus menubuatkan, ”Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya . . . Orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.”—2 Timotius 3:1-5, 13.

14 Apakah hal-hal yang dinubuatkan Yesus dan Paulus telah terjadi pada zaman kita? Ya, memang. Perang Dunia I benar-benar merupakan peperangan terburuk sampai saat itu. Itu merupakan perang dunia pertama dan merupakan titik balik dalam sejarah modern. Bersama dengan peperangan tersebut terdapat kekurangan makanan, epidemi penyakit, dan bencana-bencana lain. Peristiwa-peristiwa tersebut sejak tahun 1914 sampai sekarang merupakan, seperti yang Yesus katakan, ”permulaan penderitaan”. (Matius 24:8) Hal-hal tersebut mengawali jangka waktu yang dinubuatkan yang disebut ”hari-hari terakhir”, awal dari generasi terakhir ketika Allah mengizinkan kejahatan dan penderitaan.

15 Kemungkinan saudara tidak merasa asing dengan peristiwa-peristiwa pada abad ke-20 ini. Saudara tahu keadaan kacau-balau yang telah muncul. Kira-kira 100 juta orang telah terbunuh dalam banyak peperangan. Ratusan juta lain mati karena kelaparan dan penyakit. Gempa-gempa bumi telah merenggut nyawa yang tidak terhitung banyaknya. Kehidupan dan barang milik semakin tidak dihargai. Perasaan takut akan kejahatan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Standar-standar moral telah dikesampingkan. Ledakan penduduk menimbulkan problem-problem yang tidak teratasi. Polusi merusak mutu kehidupan dan bahkan membahayakannya. Memang, kita telah berada pada hari-hari terakhir sejak tahun 1914 dan sedang mendekati puncak dari nubuat-nubuat Alkitab berkenaan zaman kita.

16 Berapa lamakah jangka waktu hari-hari terakhir ini? Yesus berkata sehubungan dengan era yang akan mengalami ”permulaan penderitaan” sejak tahun 1914 sampai sekarang, ”Angkatan [”generasi”, NW] ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya ini terjadi.” (Matius 24:8, 34-36) Maka, semua ciri hari-hari terakhir harus terjadi dalam suatu periode tertentu. Wahyu 12:12 mengatakan bahwa setelah setan dicampakkan ke bumi, waktunya sudah singkat.

17 Nubuat lain yang memperlihatkan bahwa akhir sistem ini sudah sangat dekat diberikan oleh rasul Paulus, yang menubuatkan, ”Hari Tuhan [”Yehuwa”, NW] datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman—maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan . . . mereka pasti tidak akan luput.”—1 Tesalonika 5:2, 3; lihat juga Lukas 21:34, 35.

18 Kini Perang Dingin telah berlalu, dan peperangan internasional mungkin tidak lagi menjadi ancaman utama. Maka bangsa-bangsa mungkin merasa bahwa mereka telah sangat dekat dengan suatu tatanan dunia baru. Namun sewaktu mereka merasa bahwa upaya mereka berhasil, ini akan berarti kebalikan dari apa yang mereka pikirkan, karena itulah kelak tanda terakhir bahwa kebinasaan sistem ini oleh Allah segera terjadi. Ingat, negosiasi dan perjanjian-perjanjian politik tidak membuat perubahan yang berarti dalam diri orang-orang. Hal-hal tersebut tidak membuat orang-orang saling mengasihi. Dan para pemimpin dunia tidak mengakhiri kejahatan, tidak pula menghapus penyakit dan kematian. Maka, jangan menaruh kepercayaan saudara kepada perkembangan apa pun dalam perdamaian dan keamanan manusia dan berpikir bahwa dunia ini sedang mengatasi masalah-masalahnya. (Mazmur 146:3) Apa yang benar-benar dimaksud oleh seruan demikian adalah bahwa dunia ini sudah sangat dekat kepada kebinasaannya.

Memberitakan Injil

19 Nubuat lain yang memperlihatkan bahwa kita telah berada pada hari-hari terakhir sejak tahun 1914 adalah nubuat yang Yesus berikan, ”Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.” (Markus 13:10) Atau sebagaimana Matius 24:14 menyatakannya, ”Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

20 Dewasa ini, sebagaimana tidak pernah sebelumnya dalam sejarah, kabar baik tentang akhir dunia ini dan tentang Firdaus dunia baru yang akan datang di bawah Kerajaan Allah sedang diberitakan di seluruh bumi. Oleh siapa? Oleh jutaan Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka mengabar di setiap negeri di muka bumi.

21 Selain pengabaran mereka tentang Kerajaan Allah, Saksi-Saksi Yehuwa bertindak dengan cara yang memperlihatkan bahwa mereka adalah pengikut-pengikut Kristus yang sejati, karena ia berkata, ”Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Oleh karena itu, Saksi-Saksi Yehuwa dipersatukan dalam persaudaraan sedunia oleh pengikat yang tidak terpatahkan yaitu kasih.—Yohanes 13:35; lihat juga Yesaya 2:2-4; Kolose 3:14; Yohanes 15:12-14; 1 Yohanes 3:10-12; 4:20, 21; Wahyu 7:9, 10.

22 Saksi-Saksi Yehuwa percaya apa yang Alkitab katakan, ”Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya.” (Kisah 10:34, 35) Mereka memandang sesama Saksi-Saksi di semua negeri sebagai saudara dan saudari rohani mereka, tidak soal ras atau warna kulit. (Matius 23:8) Dan fakta bahwa persaudaraan demikian seluas dunia memang ada di dunia dewasa ini menambah bukti bahwa maksud-tujuan Allah akan segera diwujudkan.