Selasa, 24 September 2013

Siapa yang Dapat Memberi Tahu Kita?--bagian 2


 

 

1 Siapa yang dapat memberi tahu kita apa sebenarnya tujuan hidup ini? Nah, seandainya saudara mengunjungi seorang perancang mesin dan melihatnya sedang mengerjakan seperangkat mesin yang rumit yang saudara tidak kenali, bagaimana saudara dapat mengetahui untuk apa benda itu dibuat? Cara yang terbaik adalah bertanya kepada sang perancang.

2 Lalu, bagaimana dengan rancangan menakjubkan yang kita lihat di sekeliling kita di bumi ini, misalnya dalam segala makhluk hidup, sampai kepada sel hidup yang paling kecil? Bahkan molekul-molekul dan atom-atom yang jauh lebih kecil di dalam sel dirancang dengan menakjubkan dan rapi. Juga bagaimana dengan pikiran manusia yang dirancang secara mengagumkan? Dan bagaimana dengan tata surya kita, dan galaksi Bima Sakti kita, serta alam semesta ini? Tidakkah semua rancangan yang hebat ini menuntut adanya Perancang? Tentu Ia dapat memberi tahu kita mengapa Ia merancang hal-hal itu.

Apakah Kehidupan Muncul secara Kebetulan?

3 The Encyclopedia Americana menunjukkan adanya ”kerumitan dan pengorganisasian pada tingkat yang luar biasa dalam makhluk-makhluk hidup” dan menyatakan, ”Penelitian yang saksama atas bunga-bunga, serangga atau mamalia memperlihatkan pengaturan bagian-bagian secara tepat, yang hampir tidak dapat dipercaya.” Astronom Inggris Sir Bernard Lovell, ketika menunjuk kepada komposisi kimiawi organisme-organisme yang hidup, menulis, ”Kemungkinan . . . terjadinya suatu kebetulan yang mengarah kepada terbentuknya satu dari antara molekul-molekul protein yang terkecil, tidak terbayangkan kecilnya. . . . Benar-benar nol.”

4 Demikian pula, astronom Fred Hoyle mengatakan, ”Seluruh kerangka biologi ortodoks masih beranggapan bahwa kehidupan muncul secara acak. Namun sewaktu para ahli biokimia menemukan makin lebih banyak hal berkenaan betapa luar biasa rumitnya kehidupan ini, jelaslah bahwa kemungkinan kehidupan terjadi secara kebetulan begitu kecil sehingga pandangan tersebut dapat dihapus sama sekali. Kehidupan tidak mungkin muncul secara kebetulan.”

5 Biologi molekuler, salah satu bidang sains yang lebih baru, adalah penelitian atas makhluk-makhluk hidup pada tingkat gen, molekul, dan atom. Ahli biologi molekuler Michael Denton mengomentari apa yang telah ditemukan, ”Jenis sel yang paling sederhana yang diketahui demikian luar biasa rumitnya sehingga mustahil untuk percaya bahwa benda tersebut dapat terbentuk secara tiba-tiba oleh suatu kejadian yang aneh dan yang sangat tidak mungkin.” ”Namun tidak hanya rumitnya sistem dalam makhluk-makhluk hidup yang memberikan tantangan begitu besar, terdapat juga daya cipta yang tak dapat dipercaya yang begitu sering nyata dalam rancangan mereka.” ”Pada tingkat molekul itulah . . . jeniusnya rancangan biologis dan sempurnanya tujuan-tujuan yang telah dicapai paling nyata dan jelas.”

6 Denton selanjutnya berkata, ”Ke mana pun kita memandang, hingga sedalam apa pun kita memandang, kita mendapati suatu keanggunan dan daya cipta di dalam suatu mutu yang benar-benar hebat, yang begitu melemahkan gagasan kebetulan. Apakah benar-benar dapat dipercaya bahwa proses acak dapat membangun suatu realita, yang elemen terkecilnya—sebuah protein atau gen yang fungsional—benar-benar rumit di luar kapasitas penciptaan kita sendiri, suatu realita yang justru sangat bertentangan dengan gagasan kebetulan, yang dalam segala segi mengungguli apa pun yang dihasilkan oleh kecerdasan manusia?” Ia juga berkata, ”Antara sebuah sel yang hidup dan sistem non-biologis yang paling tinggi tatanannya, seperti sebuah kristal atau bunga salju, terdapat jurang yang luar biasa luas dan nyata.” Dan seorang profesor fisika, Chet Raymo menyatakan, ”Saya sangat terkesan . . . Setiap molekul tampaknya dirancang secara sangat menakjubkan untuk tugasnya.”

7 Ahli biologi molekuler Denton menyimpulkan bahwa ”orang-orang yang masih secara dogmatis mendukung bahwa semua realita baru ini merupakan hasil kebetulan belaka” percaya kepada dongeng. Sebenarnya ia menyebut kepercayaan kepada teori Darwin berkenaan makhluk-makhluk hidup yang muncul secara kebetulan sebagai ”mitos besar tentang alam semesta pada abad kedua puluh ini”.

Rancangan Menuntut Adanya Perancang

8 Gagasan bahwa benda mati dapat menjadi hidup oleh karena suatu kebetulan yang terjadi secara serampangan, begitu kecil sehingga adalah mustahil. Tidak, semua makhluk hidup yang dirancang secara luar biasa menakjubkan di bumi tidak mungkin muncul secara kebetulan, karena segala sesuatu yang dirancang harus ada perancangnya. Apakah ada pengecualian yang saudara ketahui? Tidak ada. Dan semakin rumit suatu rancangan, semakin cakap seharusnya sang perancang.

9 Kita dapat juga mengilustrasikan masalahnya dengan cara ini: Sewaktu kita melihat sebuah lukisan, kita menerimanya sebagai bukti bahwa ada seorang pelukis. Sewaktu kita membaca sebuah buku, kita setuju bahwa ada seorang penulis. Sewaktu kita melihat sebuah rumah, kita setuju bahwa ada seorang pembangun. Sewaktu kita melihat lampu lalu lintas, kita tahu bahwa ada suatu lembaga yang membuat hukum. Semua hal tersebut dibuat dengan suatu tujuan oleh orang-orang yang membuatnya. Dan meskipun kita mungkin tidak mengerti segalanya tentang orang-orang yang merancangnya, kita tidak meragukan bahwa orang-orang itu ada.

10 Demikian pula, bukti adanya Perancang Yang Mahatinggi dapat dilihat dalam rancangan, keteraturan, serta kerumitan makhluk-makhluk hidup di bumi. Ini semua memperlihatkan adanya suatu Kecerdasan Yang Mahatinggi. Ini juga benar berkenaan rancangan, keteraturan, dan kerumitan alam semesta dengan miliaran galaksinya, yang masing-masing terdiri dari miliaran bintang. Dan semua benda angkasa diatur oleh hukum-hukum yang cermat, seperti hukum-hukum untuk gerakan, panas, cahaya, suara, elektromagnetisme, dan gravitasi. Apakah mungkin ada hukum-hukum tanpa adanya seorang pembuat hukum? Ilmuwan roket Dr. Wernher von Braun berkata, ”Hukum-hukum alam dari alam semesta begitu cermat sehingga kita tidak menemui kesulitan membuat pesawat ruang angkasa untuk terbang ke bulan dan dapat mengukur waktu penerbangan dengan ketepatan kurang dari satu detik. Hukum-hukum ini pasti telah ditetapkan oleh seseorang.”

11 Benar, kita tidak dapat melihat Perancang yang Mahatinggi dan Pemberi hukum itu dengan mata harfiah kita. Namun apakah kita menyangkal adanya hal-hal seperti gravitasi, magnetisme, listrik, atau gelombang radio hanya karena kita tidak dapat melihatnya? Tidak, kita tidak menyangkalnya, karena kita dapat mengamati pengaruhnya. Maka, mengapa kita menyangkal adanya Perancang yang Mahatinggi dan Pemberi hukum hanya karena kita tidak dapat melihat Dia, sedangkan kita dapat mengamati hasil-hasil pekerjaan tangan-Nya yang mengagumkan?

12 Paul Davies, seorang profesor fisika, menyimpulkan bahwa keberadaan manusia bukanlah semata-mata suatu kebetulan. Ia menyatakan, ”Kita benar-benar dimaksudkan untuk berada di sini.” Dan ia berkata berkenaan alam semesta, ”Melalui pekerjaan ilmiah saya, kepercayaan saya menjadi semakin kuat bahwa alam semesta ini dirakit dengan daya cipta yang begitu menakjubkan sehingga saya tidak dapat menerimanya semata-mata sebagai fakta yang tidak masuk akal. Menurut saya, harus ada tingkat penjelasan yang lebih dalam.”

13 Maka, bukti-bukti memberi tahu kita bahwa alam semesta, bumi, dan makhluk-makhluk hidup di bumi tidak mungkin ada secara kebetulan belaka. Semua memberikan kesaksian bisu tentang adanya Pencipta yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan berkuasa.

Apa yang Alkitab Katakan

14 Alkitab, buku tertua umat manusia, menarik kesimpulan yang sama. Misalnya, di buku Ibrani dalam Alkitab, yang ditulis oleh rasul Paulus, kita diberi tahu, ”Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.” (Ibrani 3:4) Buku terakhir dari Alkitab, yang ditulis oleh rasul Yohanes, juga berkata, ”Ya Tuhan [”Yehuwa”, NW] dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.”—Wahyu 4:11.

15 Alkitab memperlihatkan bahwa meskipun Allah tidak dapat dilihat, Allah macam apa Ia dapat dipahami melalui apa yang Ia telah ciptakan. Dikatakan, ”Sifat-sifat [sang Pencipta] yang tidak kelihatan, yaitu kuasanya yang abadi dan keilahiannya sudah dapat dilihat sejak dunia dimulai, oleh mata nalar, dalam hal-hal yang telah ia ciptakan.”—Roma 1:20, The New English Bible.

16 Jadi, Alkitab memperlihatkan adanya hukum sebab akibat. Akibatnya—perkara-perkara hebat yang dibuat—merupakan bukti adanya Penyebab yang cerdas dan berkuasa: Allah. Juga, kita dapat bersyukur bahwa Ia tidak dapat dilihat, karena sebagai Pencipta seluruh alam semesta, Ia tidak diragukan memiliki kuasa begitu luar biasa sehingga manusia dari daging dan darah tidak dapat berharap untuk melihat Dia dan tetap hidup. Dan itulah yang Alkitab katakan, ”Tak mungkin orang melihat [Allah], dan tetap hidup.”—Keluaran 33:20, Alkitab Dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari.

17 Konsep tentang Perancang Agung, Pribadi Yang Mahatinggi—Allah—seharusnya sangat penting bagi kita. Bila kita dibuat oleh seorang Pencipta, maka tentu Ia harus memiliki alasan, suatu tujuan, dalam menciptakan kita. Bila kita diciptakan untuk memiliki tujuan dalam kehidupan, maka ada alasan untuk berharap bahwa hal-hal akan lebih baik bagi kita di masa depan. Jika tidak, kita hanya hidup dan mati tanpa harapan. Maka sangat penting agar kita mencari tahu maksud-tujuan Allah bagi kita. Kemudian kita dapat memilih apakah kita ingin hidup selaras dengan maksud-tujuan Allah atau tidak.

18 Juga, Alkitab berkata bahwa Pencipta adalah Allah yang pengasih yang sangat memperhatikan kita. Rasul Petrus berkata, ”Ia yang memelihara kamu”. (1 Petrus 5:7; lihat juga Yohanes 3:16 dan 1 Yohanes 4:8, 16.) Satu cara kita dapat melihat betapa besar perhatian Allah kepada kita adalah dengan mempertimbangkan cara menakjubkan Ia menciptakan kita, secara mental dan fisik.

”Dijadikan secara Menakjubkan”

19 Dalam Alkitab, pemazmur Daud mengakui, ”Dengan cara yang membangkitkan perasaan takut aku dijadikan secara menakjubkan”. (Mazmur 139:14, NW) Tentu saja, itulah kebenarannya, karena otak dan tubuh manusia dirancang secara menakjubkan oleh Perancang Yang Mahatinggi.

20 Misalnya, otak saudara jauh lebih rumit daripada komputer apa pun. The New Encyclop√¶dia Britannica mengatakan, ”Pengiriman informasi dalam sistem saraf lebih rumit daripada sentral telepon yang paling besar; pemecahan masalah oleh otak manusia jauh melampaui kapasitas komputer yang paling andal.”

21 Ratusan juta fakta dan gambar-gambar dalam mental disimpan dalam otak saudara, namun ini tidak hanya sekadar gudang fakta. Dengan otak, saudara dapat belajar bagaimana bersiul, memanggang roti, berbicara bahasa asing, menggunakan komputer, atau menerbangkan pesawat udara. Saudara dapat membayangkan bagaimana suasana liburan atau betapa lezat rasa buah tertentu. Saudara dapat menganalisa dan berkarya. Saudara juga dapat membuat rencana, menghargai, mencintai, dan menghubungkan pikiran saudara ke masa lampau, masa sekarang, dan masa depan. Karena kita manusia tidak dapat merancang hal-hal seperti otak manusia yang mengagumkan, maka Pribadi yang merancangnya jelas memiliki hikmat dan kesanggupan yang jauh lebih besar daripada yang dimiliki manusia.

22 Berkenaan otak, para ilmuwan mengakui, ”Bagaimana fungsi-fungsi ini dilaksanakan oleh mesin yang disusun secara hebat, rapi dan luar biasa rumit hanya diketahui secara samar-samar. . . . Mungkin manusia tidak akan pernah memecahkan semua teka-teki satu demi satu, yang dihadapkan oleh otak.” (Scientific American) Dan profesor fisika Raymo berkata, ”Sejujurnya, kita masih tidak tahu banyak tentang bagaimana otak manusia menyimpan informasi, atau bagaimana otak dapat memanggil memori kapan saja itu dikehendaki. . . . Terdapat sebanyak seratus miliar sel saraf dalam otak manusia. Masing-masing sel berhubungan, melalui sebuah susunan sinapsis, dengan ribuan sel lain. Kemungkinan-kemungkinan dari hubungan timbal balik ini luar biasa rumit.”

23 Mata saudara lebih cermat dan lebih dapat menyesuaikan diri daripada kamera apa pun; malahan mata kita adalah kamera yang sepenuhnya otomatis, dapat merekam gambar bergerak yang berwarna. Telinga saudara dapat mendeteksi variasi suara dan memberikan pemahaman akan arah dan keseimbangan. Jantung saudara adalah suatu pompa dengan kesanggupan yang tidak dapat ditiru oleh insinyur-insinyur terbaik. Yang juga hebat adalah bagian-bagian tubuh lain: hidung, lidah, dan tangan saudara, serta sistem sirkulasi dan sistem pencernaan, dan masih banyak lagi.

24 Maka, seorang insinyur yang dibayar untuk merancang dan membuat sebuah komputer yang besar mengatakan, ”Jika komputer saya memerlukan seorang perancang, bagaimana dengan mesin fisio-kimia-biologis yang rumit ini yaitu tubuh saya—yang tidak lain hanyalah bagian yang sangat kecil dari alam semesta yang hampir tak terhingga ini?”

25 Sama seperti orang-orang mempunyai tujuan dalam pikiran sewaktu mereka membuat pesawat terbang, komputer, sepeda dan alat-alat lain, demikian pula Perancang otak dan tubuh manusia pasti memiliki tujuan dalam merancang kita. Dan Perancang ini harus mempunyai hikmat yang lebih tinggi daripada hikmat manusia, karena tak seorang pun dari antara kita dapat meniru rancangan-rancangan-Nya. Maka, masuk akal bahwa Ia adalah Pribadi yang dapat memberi tahu kita mengapa Ia merancang kita, mengapa Ia menaruh kita di bumi, dan ke mana tujuan kita.

26 Bila kita mempelajari hal-hal tersebut, maka otak yang menakjubkan dan tubuh yang Allah berikan kepada kita dapat digunakan untuk memenuhi tujuan kita dalam kehidupan. Namun di mana kita dapat belajar tentang maksud-maksud-Nya? Di mana Ia memberi kita informasi itu?