Senin, 19 Agustus 2013

Alkitab—Benarkah Diilhamkan oleh Allah?


Pasal 18

 
TIDAK seorang pun dapat meramalkan masa depan dengan tepat dan terperinci. Hal itu di luar kesanggupan manusia. Namun, Pencipta alam semesta memiliki semua fakta yang dibutuhkan dan bahkan dapat mengendalikan segala sesuatu. Maka, Ia bisa disebut sebagai Pribadi yang ”sejak awal memberitahukan kesudahannya, dan dari masa lampau, hal-hal yang belum terlaksana”.—Yesaya 46:10; 41:22, 23.

2 Alkitab berisi ratusan nubuat. Apakah sejauh ini nubuat-nubuat itu telah digenapi secara akurat? Jika ya, hal itu bisa menjadi petunjuk yang kuat bahwa Alkitab ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:16, 17) Dan, kita akan yakin pada nubuat-nubuat lain yang belum terjadi. Karena itu, ada baiknya kita membahas beberapa nubuat yang sudah digenapi.

Kejatuhan Tirus

3 Tirus adalah kota pelabuhan penting di Fenisia yang telah mengkhianati bangsa Israel kuno, tetangganya di sebelah selatan yang menyembah Yehuwa. Melalui nabi yang bernama Yehezkiel, Yehuwa menubuatkan kehancuran totalnya lebih dari 250 tahun sebelum hal itu terjadi. Yehuwa berfirman, ”Aku akan membangkitkan banyak bangsa untuk melawan engkau . . . Mereka pasti akan membinasakan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, dan aku akan mengikis habis debunya dan menjadikannya permukaan tebing batu yang gundul dan terang. Dia akan menjadi pelataran untuk mengeringkan pukat tarik di tengah lautan.” Jauh di muka, Yehezkiel juga menyebutkan bangsa pertama yang akan menyerang Tirus beserta nama pemimpinnya, ”Lihat, terhadap Tirus aku akan mendatangkan Nebukhadrezar, raja Babilon.”—Yehezkiel 26:3-5, 7.

4 Sebagaimana dinubuatkan, Nebukhadrezar [Nebukhadnezar] belakangan memang menggulingkan kota Tirus di daratan utama. The Encyclopædia Britannica melaporkan tentang ”pengepungan selama 13 tahun . . . oleh Nebukhadnezar”.1 Setelah pengepungan itu, dilaporkan bahwa ia tidak mengambil jarahan, ”Tidak ada upah dari Tirus baginya.” (Yehezkiel 29:18) Mengapa? Karena sebagian kota Tirus berada di sebuah pulau yang dipisahkan selat kecil.2 Kebanyakan harta Tirus sudah dipindahkan dari daratan ke kota-pulau itu, yang tidak dihancurkan.

5 Tetapi, dalam penaklukannya, Nebukhadrezar tidak ”mengikis habis debu [Tirus] dan menjadikannya permukaan tebing batu yang gundul dan terang” seperti yang dinubuatkan Yehezkiel. Nubuat Zakharia juga belum tergenap, yang mengatakan bahwa Tirus akan dihempaskan ”ke dalam laut”. (Zakharia 9:4) Apakah nubuat-nubuat ini tidak akurat? Tentu saja akurat. Lebih dari 250 tahun setelah nubuat Yehezkiel dan hampir 200 tahun setelah nubuat Zakharia, Tirus dihancurkan secara total oleh pasukan Yunani di bawah Aleksander Agung, pada tahun 332 SM. ”Dengan puing-puing yang berasal dari kota di daratan utama,” Encyclopedia Americana menjelaskan, ”ia membangun [jalan lintasan] yang sangat besar pada tahun 332 untuk menghubungkan pulau tersebut dengan daratan. Setelah pengepungan selama tujuh bulan . . . ia merebut dan menghancurkan Tirus.”3

6 Maka, seperti yang dinubuatkan oleh Yehezkiel dan Zakharia, debu dan puing-puing Tirus memang dibuang ke tengah-tengah laut. Tirus menjadi tebing batu yang gundul, ”menjadi tempat menjemur jala”, seperti yang dikatakan oleh seseorang yang berkunjung ke sana.4 Jadi, nubuat yang diucapkan ratusan tahun sebelumnya benar-benar digenapi secara terperinci!

Kores dan Kejatuhan Babilon

7 Yang juga mengagumkan adalah nubuat tentang orang Yahudi dan Babilon. Sejarah mencatat bahwa Babilon menawan orang Yahudi. Namun, kira-kira 40 tahun sebelum hal itu terjadi, Yeremia telah menubuatkannya. Yesaya menubuatkan hal itu sekitar 150 tahun sebelum kejadiannya. Ia juga menubuatkan bahwa orang Yahudi akan kembali dari penawanan. Yeremia pun mengatakan bahwa mereka akan dipulangkan ke negeri mereka setelah 70 tahun.—Yesaya 39:6, 7; 44:26; Yeremia 25:8-12; 29:10.

8 Mereka bisa pulang karena Babilon digulingkan oleh Media dan Persia pada tahun 539 SM. Hal itu dinubuatkan oleh Yesaya hampir 200 tahun sebelumnya, dan oleh Yeremia kira-kira 50 tahun sebelumnya. Yeremia mengatakan bahwa tentara Babilon tidak akan mengadakan perlawanan. Yesaya maupun Yeremia menubuatkan bahwa air yang melindungi Babilon, yakni Sungai Efrat, akan ”menjadi kering”. Yesaya bahkan menyebutkan nama jenderal penakluknya, yaitu Kores dari Persia, dan mengatakan bahwa di hadapannya ”pintu-pintu gerbang [Babilon] tidak tertutup”.—Yeremia 50:38; 51:11, 30; Yesaya 13:17-19; 44:27; 45:1.

9 Sejarawan Yunani Herodotus menjelaskan bahwa Kores mengalihkan aliran Sungai Efrat dan ”air surut hingga dasar sungai dapat dilalui”.5 Maka pada malam hari, tentara musuh mengarungi dasar sungai dan memasuki kota melalui pintu-pintu gerbang yang secara sembrono dibiarkan terbuka. ”Seandainya orang Babilon diberi tahu apa yang akan dilakukan Kores,” Herodotus melanjutkan, ”mereka tentu akan mengunci rapat semua pintu jalan yang [terdapat] di tepi sungai . . . Tetapi, seperti yang terjadi, orang Persia datang dengan tiba-tiba lalu merebut kota tersebut.”6 Malah, orang-orang Babilon sedang bermabuk-mabukan, seperti yang dijelaskan Alkitab, dan yang dibenarkan oleh Herodotus.7 (Daniel 5:1-4, 30) Yesaya maupun Yeremia menubuatkan bahwa Babilon akhirnya akan menjadi reruntuhan yang tak berpenghuni. Dan, itulah yang terjadi. Sekarang, Babilon adalah timbunan puing yang telantar.—Yesaya 13:20-22; Yeremia 51:37, 41-43.

10 Kores juga memulangkan orang Yahudi ke tanah air mereka. Lebih dari dua abad sebelumnya, Yehuwa bernubuat tentang Kores, ”Segala sesuatu yang aku sukai akan ia laksanakan sepenuhnya.” (Yesaya 44:28) Sesuai dengan nubuat itu, setelah orang Yahudi ditawan selama 70 tahun, Kores memulangkan mereka ke tanah air mereka pada tahun 537 SM. (Ezra 1:1-4) Sebuah prasasti Persia kuno, yang disebut Silinder Kores, telah ditemukan yang dengan jelas menyatakan kebijakan Kores untuk memulangkan para tawanan. Menurut catatan, Kores pernah mengatakan, ”Mengenai penduduk Babilon, aku (juga) mengumpulkan semua (bekas) penduduknya dan mengembalikan tempat-tempat tinggal mereka.”8

Media-Persia dan Yunani

11 Sewaktu Babilon masih menjadi kuasa dunia, Alkitab sudah menubuatkan kejatuhannya oleh seekor domba jantan bertanduk dua, yang melambangkan ”raja-raja Media dan Persia”. (Daniel 8:20) Seperti yang dinubuatkan, Media-Persia menjadi kuasa dunia berikutnya sewaktu mereka menaklukkan Babilon pada tahun 539 SM. Namun, belakangan, ”seekor kambing jantan”, yang dinyatakan sebagai Yunani, ”menghantam domba jantan itu dan mematahkan kedua tanduknya”. (Daniel 8:1-7) Itu terjadi pada tahun 332 SM ketika Yunani mengalahkan Media-Persia dan menjadi kuasa dunia yang baru.

12 Perhatikan apa yang dinubuatkan berikutnya, ”Dan kambing jantan itu, ia sangat berlagak besar; tetapi segera setelah ia menjadi perkasa, tanduknya yang besar itu patah, lalu secara mencolok, muncullah empat tanduk menggantikannya.” (Daniel 8:8) Apa arti nubuat itu? Alkitab menjelaskan, ”Kambing jantan yang berbulu itu menggambarkan raja Yunani; dan tanduk besar yang ada di antara kedua matanya menggambarkan raja yang pertama. Lalu tanduk itu patah, sehingga akhirnya ada empat yang bangkit berdiri menggantikannya, dan dari bangsanya akan bangkit berdiri empat kerajaan, tetapi tidak memiliki kekuatannya.”—Daniel 8:21, 22.

13 Sejarah menunjukkan bahwa ”raja Yunani” itu adalah Aleksander Agung. Tetapi setelah kematiannya pada tahun 323 SM, imperiumnya belakangan dibagi-bagi di antara empat jenderal—Seleukus Nikator, Kasander, Ptolemeus Lagus dan Lisimakhus. Tepat seperti yang Alkitab nubuatkan, ”akhirnya ada empat yang bangkit berdiri menggantikannya”. Namun, seperti yang juga dinubuatkan, tidak satu pun dari mereka memiliki kekuasaan sebesar Aleksander. Maka, lebih dari 200 tahun setelah penulisannya, nubuat tersebut mulai digenapi—lagi-lagi keterilhaman Alkitab diteguhkan secara luar biasa!

Mesias Dinubuatkan

14 Yang khususnya mengagumkan adalah banyaknya nubuat Alkitab tentang Yesus Kristus. Profesor J. P. Free mengatakan, ”Kemungkinan bahwa semua nubuat ini digenapi dalam diri satu orang benar-benar sangat kecil sehingga jelas sekali menunjukkan bahwa semua itu tidak mungkin sekadar dugaan hasil kecerdasan manusia.”9

15 Penggenapan dari banyak nubuat ini sama sekali di luar kekuasaan Yesus. Misalnya, ia tidak dapat mengatur agar dilahirkan dari suku Yehuda, atau sebagai keturunan Daud. (Kejadian 49:10; Yesaya 9:5, 6; 11:1, 10; Matius 1:2-16) Ia juga tidak bisa memanuver berbagai peristiwa agar dilahirkan di Betlehem. (Mikha 5:2; Lukas 2:1-7) Ia juga tidak dapat mengatur agar dikhianati demi 30 keping perak (Zakharia 11:12; Matius 26:15); agar musuh-musuhnya meludahinya (Yesaya 50:6; Matius 26:67); agar ia diolok-olok sewaktu tergantung di tiang hukuman (Mazmur 22:7, 8; Matius 27:39-43); agar ia ditusuk, tetapi tidak satu pun tulang tubuhnya dipatahkan (Zakharia 12:10; Mazmur 34:20; Yohanes 19:33-37); dan agar para prajurit melempar undi untuk mendapatkan pakaiannya (Mazmur 22:18; Matius 27:35). Ini hanya beberapa dari banyak nubuat yang digenapi dalam diri Yesus.

Pembinasaan Yerusalem

16 Yesus adalah Nabi terbesar utusan Yehuwa. Pertama-tama, perhatikan apa yang ia katakan akan terjadi atas Yerusalem, ”Musuh-musuhmu akan membangun di sekelilingmu sebuah pertahanan dengan kayu-kayu runcing, lalu mengepung engkau dan membuat engkau menderita dari setiap sisi, dan mereka akan menghempaskan engkau serta anak-anakmu yang ada padamu ke tanah, dan mereka tidak akan meninggalkan sebuah batu di atas batu yang lain padamu, karena engkau tidak menyadari waktunya, bilamana engkau diperiksa.” (Lukas 19:43, 44) Yesus juga berkata, ”Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh bala tentara yang berkemah, kemudian ketahuilah bahwa penghancuran atasnya sudah dekat. Kemudian hendaklah orang-orang yang di Yudea mulai melarikan diri ke pegunungan.”—Lukas 21:20, 21.

17 Sesuai dengan nubuat itu, pasukan Romawi di bawah pimpinan Cestius Gallus datang menyerang Yerusalem pada tahun 66 M. Namun anehnya, ia tidak meneruskan pengepungan itu sampai tuntas, tetapi, seperti yang dilaporkan sejarawan abad pertama Flavius Yosefus, ”Ia mundur dari kota itu, tanpa alasan yang jelas.”10 Karena pengepungan dihentikan secara tak terduga, ada kesempatan untuk menaati instruksi Yesus agar melarikan diri dari Yerusalem. Sejarawan Eusebius melaporkan bahwa orang-orang Kristen-lah yang melarikan diri.11

18 Tidak sampai empat tahun kemudian, pada tahun 70 M, pasukan Romawi di bawah Jenderal Titus datang lagi dan mengepung Yerusalem. Mereka menebas pohon-pohon hingga beberapa kilometer di sekitarnya dan membangun dinding di sekeliling kota, ”pertahanan dengan kayu-kayu runcing”. Akibatnya, Yosefus mengatakan, ”Kini sirnalah semua harapan orang Yahudi untuk melarikan diri.”12 Yosefus mencatat bahwa setelah dikepung selama kira-kira lima bulan, selain tiga menara dan sebagian tembok, apa yang tertinggal ”sama sekali diratakan dengan tanah . . . tidak ada yang tersisa sehingga orang-orang yang ke sana tidak percaya bahwa kota itu pernah berpenghuni”.13

19 Sekitar 1.100.000 orang tewas selama pengepungan itu, dan 97.000 orang ditawan.14 Sampai hari ini bukti penggenapan nubuat Yesus dapat dilihat di Roma. Di sana terdapat Gapura Titus, yang didirikan oleh orang Romawi pada tahun 81 M untuk memperingati keberhasilan merebut Yerusalem. Gapura tersebut masih menjadi saksi bisu yang mengingatkan bahwa kelalaian mengindahkan peringatan dalam nubuat Alkitab bisa mengakibatkan bencana.

Nubuat-Nubuat yang Sedang Digenapi

20 Menurut Alkitab, perubahan dunia secara besar-besaran sudah dekat. Sebagaimana Yesus menubuatkan kejadian-kejadian yang memberi tahu orang-orang abad pertama bahwa kebinasaan Yerusalem sudah dekat, ia juga menubuatkan kejadian-kejadian yang memberi tahu orang-orang sekarang bahwa perubahan dunia sudah dekat. Yesus memberikan ”tanda” ini untuk menjawab pertanyaan murid-muridnya, ”Apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?”—Matius 24:3.

21 Menurut Alkitab, Kristus tidak akan ’hadir’ dalam wujud manusia, tetapi ia akan menjadi penguasa yang perkasa di surga, penyelamat umat manusia yang tertindas. (Daniel 7:13, 14) ’Kehadirannya’ akan terjadi pada masa yang ia sebut ”penutup sistem ini”. Nah, apa sebenarnya tanda yang Yesus berikan untuk menandai waktu manakala ia akan hadir secara tidak kelihatan sebagai penguasa dan waktu manakala akhir sistem ini sudah dekat? Dalam Alkitab di Matius pasal 24, Markus pasal 13 dan Lukas pasal 21, Anda dapat memeriksa kejadian-kejadian yang secara keseluruhan akan menjadi tanda tersebut. Beberapa kejadian utama adalah sebagai berikut:

22 PERANG-PERANG BESAR: ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan.” (Matius 24:7) Sejak 1914 sampai sekarang, nubuat itu telah digenapi secara luar biasa. Perang Dunia I, yang dimulai pada tahun 1914, memperkenalkan penggunaan senapan mesin, tank, kapal selam, pesawat terbang, dan juga gas beracun secara besar-besaran. Ketika perang itu berakhir pada tahun 1918, sekitar 14 juta tentara dan penduduk sipil telah terbunuh. Seorang sejarawan mengatakan, ”Perang Dunia Pertama adalah perang ’total’ yang pertama.”15 Perang Dunia II dari tahun 1939 sampai 1945 jauh lebih menghancurkan, dengan angka kematian tentara dan penduduk sipil melonjak hingga kira-kira 55 juta. Dan, perang tersebut memperkenalkan kengerian yang sama sekali baru—bom atom! Sejak itu, lebih dari 30 juta orang telah tewas dalam banyak perang, besar dan kecil. Majalah berita Jerman Der Spiegel menyatakan, ”Sejak 1945, tidak pernah satu hari pun dunia ini menikmati perdamaian sejati.”16

23 KEKURANGAN MAKANAN: ”Akan ada kekurangan makanan.” (Matius 24:7) Perang Dunia I disusul oleh kelaparan di mana-mana. Setelah Perang Dunia II bala kelaparan lebih parah lagi. Dan sekarang? ”Dewasa ini, kelaparan ada pada skala yang sama sekali baru. . . . sebanyak 400 juta orang terus dalam keadaan nyaris mati kelaparan,” kata Times dari London.17 The Globe and Mail dari Toronto menyatakan, ”Lebih dari 800 juta orang kurang makan.”18 Dan, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa ”12 juta anak mati setiap tahun sebelum ulang tahun mereka yang pertama” akibat gizi buruk.19

24 GEMPA BUMI: ”Akan ada gempa bumi yang hebat.” (Lukas 21:11) Seorang pakar teknik antigempa, George W. Housner, menyebut gempa bumi di Tangshan, Cina, pada tahun 1976 sebagai ”bencana gempa bumi terbesar dalam sejarah umat manusia”, yang telah menewaskan ratusan ribu jiwa.20 Jurnal Italia Il Piccolo melaporkan, ”Statistik menunjukkan bahwa generasi kita hidup pada periode yang berbahaya karena banyaknya kegiatan seismik.”21 Rata-rata, korban tewas akibat gempa bumi berjumlah kira-kira sepuluh kali lebih banyak setiap tahun sejak 1914 dibandingkan dengan abad-abad sebelumnya.

25 PENYAKIT: ”Di berbagai tempat akan ada sampar.” (Lukas 21:11) Science Digest melaporkan, ”Epidemi influenza Spanyol pada tahun 1918 melanda bumi ini dengan cepat [dan] merenggut 21 juta korban jiwa.” Dan, ditambahkan, ”Sepanjang sejarah belum pernah ada amukan kematian yang begitu sadis dan cepat. . . . jika epidemi itu terus melaju dengan kecepatan yang sama, umat manusia akan musnah dalam waktu beberapa bulan saja.”22 Sejak itu, penyakit jantung, kanker, penyakit kelamin dan banyak wabah lain telah membunuh dan membuat cacat ratusan juta jiwa.

26 KEJAHATAN: ”Bertambahnya pelanggaran hukum.” (Matius 24:12) Pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, terorisme, korupsi—daftarnya panjang dan tidak asing lagi. Di banyak tempat, jalan-jalan semakin tidak aman. Mengenai kecenderungan setelah 1914 ini, seorang pakar terorisme membenarkan, ”Masa-masa sebelum Perang Dunia pertama, secara keseluruhan, lebih manusiawi.”23

27 KETAKUTAN: ”Akan ada pemandangan yang menakutkan.” (Lukas 21:11) Die Welt dari Hamburg menyebut zaman kita ”abad ketakutan”.24 Ada banyak ancaman baru yang membuat umat manusia ketakutan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, hal-hal seperti pemusnahan dan polusi akibat nuklir menjadi ancaman yang akan ”membinasakan bumi”. (Penyingkapan 11:18) Meningkatnya kejahatan, inflasi, senjata nuklir, kelaparan, penyakit, dan hal-hal buruk lain telah membuat manusia semakin takut sehubungan dengan keamanan serta keselamatan jiwa mereka sendiri.

Apa yang Membuatnya Berbeda?

28 Namun, ada yang mengatakan bahwa banyak dari antara hal-hal ini telah terjadi selama abad-abad yang lalu. Jadi, apa bedanya dengan yang sekarang? Pertama, setiap kejadian yang menjadi tanda itu telah disaksikan sejak 1914. Kedua, dampak tanda tersebut dirasakan di seluruh dunia, ”di berbagai tempat”. (Matius 24:3, 7, 9) Ketiga, keadaan memburuk secara progresif selama zaman ini, ”Semuanya ini merupakan awal sengatan-sengatan penderitaan”; ”orang fasik dan penipu akan menjadi lebih buruk”. (Matius 24:8; 2 Timotius 3:13) Dan keempat, semua ini dibarengi dengan perubahan sikap dan tindakan manusia sebagaimana telah Yesus peringatkan, ”Kasih kebanyakan orang akan mendingin.”—Matius 24:12.

29 Ya, salah satu bukti kuat bahwa kita hidup dalam zaman akhir yang genting yang telah dinubuatkan, dapat terlihat dari kebobrokan moral manusia. Bandingkan apa yang Anda amati di dunia dengan kata-kata nubuat tentang zaman kita, ”Ingatlah ini: Pada hari-hari terakhir akan ada banyak kesusahan. Manusia akan mementingkan dirinya sendiri, bersifat mata duitan, sombong dan suka membual. Mereka suka menghina orang, memberontak terhadap orang tua, tidak tahu berterima kasih, dan membenci hal-hal rohani. Mereka tidak mengasihi sesama, tidak suka memberi ampun, mereka suka memburuk-burukkan nama orang lain, suka memakai kekerasan, mereka kejam, dan tidak menyukai kebaikan. Mereka suka mengkhianat, angkuh dan tidak berpikir panjang. Mereka lebih suka pada kesenangan dunia daripada menuruti Allah. Meskipun secara lahir, mereka taat menjalankan kewajiban agama, namun menolak inti dari agama itu sendiri.”—2 Timotius 3:1-5, Bahasa Indonesia Masa Kini.

1914—Titik Balik dalam Sejarah

30 Dari sudut pandang manusia, kesukaran dan perang global yang dinubuatkan dalam Alkitab sama sekali tidak terbayangkan oleh orang-orang sebelum tahun 1914. Negarawan Jerman Konrad Adenauer berkata, ”Kenangan dan bayangan timbul dalam pikiranku, . . . kenangan dari masa sebelum tahun 1914 ketika ada perdamaian sejati, ketenangan dan keamanan di bumi ini—masa manakala kita tidak mengenal takut. . . . Keamanan dan ketenangan telah lenyap dari kehidupan manusia sejak 1914.”25 Orang-orang yang hidup sebelum tahun 1914 mengira bahwa masa depan ”akan semakin baik”, kata negarawan Inggris Harold Macmillan.26 Buku 1913: America Between Two Worlds mengatakan, ”Menteri Luar Negeri Bryan berkata [pada tahun 1913] bahwa ’keadaan yang menjanjikan perdamaian dunia tidak pernah sebaik sekarang’.”27

31 Jadi, bahkan di ambang Perang Dunia I, para pemimpin dunia meramalkan zaman kemajuan dan pencerahan sosial. Tetapi, Alkitab telah menubuatkan yang sebaliknya—bahwa perang yang lebih hebat daripada sebelumnya, yaitu yang terjadi pada tahun 1914 sampai 1918, akan menandai awal dari ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1) Alkitab juga memberikan bukti kronologis bahwa tahun 1914 akan menandai lahirnya Kerajaan surgawi Allah, yang akan diikuti oleh problem dunia yang lebih parah daripada yang sudah-sudah.28 Tetapi, adakah orang yang kala itu menyadari bahwa tahun 1914 akan menjadi titik balik dalam sejarah?

32 Puluhan tahun sebelum tahun itu, ada sebuah organisasi yang memberitahukan makna penting tahun 1914. Majalah World dari New York, terbitan 30 Agustus 1914, menjelaskan, ”Pecahnya perang yang dahsyat di Eropa telah menggenapi suatu nubuat yang luar biasa. Selama seperempat abad sebelumnya, melalui para penginjil dan pers, ’Siswa-Siswa Alkitab Internasional’ [Saksi-Saksi Yehuwa] . . . telah mengumumkan kepada dunia bahwa Hari Kemurkaan yang dinubuatkan dalam Alkitab akan dimulai pada tahun 1914. ’Perhatikanlah tahun 1914!’ demikian seruan . . . penginjil-penginjil itu.”29

Umat yang Menggenapi Nubuat

33 Alkitab juga meramalkan bahwa ”pada akhir masa itu”, orang-orang dari segala bangsa akan pergi, secara kiasan, ke ”gunung Yehuwa” di mana Ia akan ”mengajar [mereka] tentang jalan-jalannya”. Nubuat tersebut mengatakan bahwa, sebagai hasil dari pengajaran itu, ”mereka akan menempa pedang-pedang mereka menjadi mata bajak dan tombak-tombak mereka menjadi pisau pemangkas; . . . mereka juga tidak akan belajar perang lagi”. (Yesaya 2:2-4) Sikap Saksi-Saksi Yehuwa yang terkenal mengenai perang dengan jelas menggenapi nubuat ini.

34 Martin Niemöller, seorang pemimpin Protestan di Jerman sebelum dan sesudah Perang Dunia II, menyebut Saksi-Saksi Yehuwa sebagai ”pakar Alkitab yang serius, dan ratusan bahkan ribuan di antara mereka telah dimasukkan ke kamp-kamp konsentrasi dan mati karena menolak untuk berdinas dalam perang dan tidak mau menembak sesama manusia”. Sebaliknya, ia menulis, ”Gereja-Gereja Kristen, sepanjang masa, selalu setuju untuk memberkati perang, pasukan dan persenjataan dan . . . mereka berdoa dengan cara yang sangat tidak bersifat Kristen agar musuh mereka binasa.”30 Kalau begitu, siapakah yang hidup sesuai dengan tanda pengenal yang Yesus berikan bagi orang Kristen sejati? Ia berkata, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” (Yohanes 13:35) Sebagaimana dijelaskan di 1 Yohanes 3:10-12, hamba-hamba Allah tidak saling membunuh. Anak-anak Setanlah yang berbuat demikian.

35 Saksi-Saksi Yehuwa dapat dipersatukan dalam persaudaraan sedunia karena mereka sama-sama mengabdi kepada Kerajaan Allah dan dengan setia berpaut pada prinsip-prinsip Alkitab. Mereka sepenuhnya mempercayai apa yang Alkitab ajarkan: bahwa Kerajaan itu adalah pemerintahan yang nyata dan mempunyai hukum serta wewenang, dan tidak lama lagi akan memerintah atas seluruh bumi. Sekarang sudah ada jutaan rakyatnya di bumi yang terus meningkat jumlahnya, yang sedang dibentuk menjadi fondasi peradaban mendatang. Tentang Kerajaan itu, nabi Daniel diilhami untuk menulis, ”Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan pernah binasa. . . . Kerajaan itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini [yang ada sekarang], dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.” (Daniel 2:44) Yesus mengutamakan Kerajaan itu sewaktu ia mengajar, ”Beginilah kamu harus berdoa: ’Bapak kami yang di surga, . . . Biarlah kerajaanmu datang.’”—Matius 6:9, 10.

36 Banyak kejadian yang menggenapi nubuat Alkitab sejak 1914 menunjukkan bahwa sebentar lagi Kerajaan surgawi Allah akan ’meremukkan dan mengakhiri semua pemerintahan lain’. Dan, Allah ingin agar fakta ini diumumkan, sebagaimana ditunjukkan oleh bagian penting tanda itu, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:14) Jutaan Saksi-Saksi Yehuwa, suatu persaudaraan sedunia, sekarang sedang menggenapi nubuat ini.

37 Apabila Kerajaan tersebut telah diberitakan hingga taraf yang Allah inginkan, dunia ini akan mengalami, kata Yesus, ”kesengsaraan besar seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia hingga sekarang, tidak, dan juga tidak akan terjadi lagi”. Ini akan mencapai puncaknya dalam perang Armagedon yang akan mengakhiri pengaruh jahat Setan. Seluruh bumi akan dibersihkan dari bangsa-bangsa dan orang-orang yang fasik sehingga terbukalah jalan bagi terwujudnya Firdaus di mana ”keadilbenaran akan tinggal”.—Matius 24:21; 2 Petrus 3:13; Penyingkapan 16:14-16; 12:7-12; 2 Korintus 4:4.

38 Dengan begitu banyaknya nubuat yang tergenap, nyatalah bahwa Alkitab benar-benar buku yang ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:16) Jadi, ’jangan menerima itu sebagai perkataan manusia, tetapi, sebagaimana itu sesungguhnya, yaitu sebagai perkataan Allah’. (1 Tesalonika 2:13) Juga, karena Pengarangnya, Allah Yehuwa, adalah ”Pribadi yang sejak awal memberitahukan kesudahannya”, Anda dapat yakin sepenuhnya pada nubuat-nubuat yang masih akan digenapi di masa depan. (Yesaya 46:10) Dan, apa yang akan terjadi benar-benar menakjubkan. Anda akan terpesona sewaktu membaca mengenai hal itu di pasal berikut.