Rabu, 07 Agustus 2013

Memahami Kesadaran

Oleh : Deepak Chopra


Pikirkan tentang matahari terbenam … Segera setelah Anda melihat gambaran ini ada kode biner dari foton terhadap pengalaman ini di otak Anda. Bayangkan sebuah ruangan gelap dengan nyala lilin. Sekarang kalau saya bisa melihat ke dalam otak Anda, tidak akan ada lilin – hanya kode biner dari foton yang berkedip-kedip. Pertanyaannya adalah, di mana gambar tersebut berada sebelum saya meminta Anda untuk berpikir tentang itu? Poin yang saya coba buat adalah bahwa ketika saya meminta Anda untuk membayangkan matahari terbenam atau nyala lilin, sebelum Anda mengingat, informasi ini tidak ada di dalam otak Anda.

Informasi muncul dalam otak Anda segera setelah Anda memiliki niat untuk mengingat hal tersebut. Jadi, ada di mana sebelum itu? Ia ada sebagai potensi dalam kesadaran tapi tidak berada di dalam otak Anda.

Kenangan saya oleh karena itu tidak berada dalam otak saya. Ini adalah hal yang sangat penting karena penganut aliran reduksionis mengatakan kenangan kita berada dalam otak kita. Mengapa mereka berkata begitu? Karena ketika otak rusak, orang itu dianggap kenangan-kenangannya telah rusak – baik melalui penyakit Alzheimer, atau pingsan, atau melalui mabuk.

Namun argumen ini menyesatkan: ini adalah hal yang sama dengan mengatakan ketika radio saya rusak dan musik tidak keluar, sehingga saya menganggap musik tersebut diproduksi oleh radio saya. Radio tersebut tidak memproduksi musik, hanya menterjemahkan gelombang menjadi musik. Pesawat televisi tidak memproduksi semua orang yang saya lihat di dalam layar itu, hanya mewujudkan mereka dari tempat lain. Demikian juga, otak Anda bukanlah sumber dari pikiran Anda.

Otak Anda adalah instrumen kuantum yang menyebabkan berubahnya fungsi gelombang yang sebelumnya ada sebagai medan kemungkinan, sebelum Anda mengaktualisasikan mereka kedalam ruang-waktu. Jadi otak Anda membuat medan kemungkinan menjadi aktualisasi di dalam ruang dan waktu. Ini merupakan instrumen kuantum yang mengubah kemungkinan-kemungkinan menjadi kenyataan. Ini merubah dari yang tidak berwujud dan menjadikannya nyata, baik dalam imajinasi dan juga sebagai pengalaman sensorik.

Apa yang dimaksud dengan ruang-waktu? Ini adalah moment diam dari niat. Semua persepsi adalah runtuhnya fungsi gelombang di lautan kemungkinan yang terus-menerus berubah dan bergerak, dan persepsi saya membentuk realitas eksternal, namun bahkan pada saat itu, saya telah memahaminya sebagai telah bergerak. Ini hanyalah fenomena gerakan di lautan kemungkinan.

Jadi apa yang berada di dunia diskontinuitas ini?

Semua hal ada sebagai lautan kemungkinan yang tidak terbatas dan semua yang ada adalah potensi murni. Potensi tidak memiliki awal dan akhir. Mereka hanya hadir sebagai potensi.

Ilmu pengetahuan mengatakan, pertama adalah materi, kemudian  energi dan kemudian informasi. Apakah itu informasi? Informasi adalah lautan kemungkinan yang menunggu untuk diajukan pertanyaan. Itulah informasi. Apakah alam semesta ini seperti gelombang? Apakah alam semesta seperti partikel? Yah, itu tergantung pada pertanyaan Anda. Jika Anda melakukan percobaan seperti gelombang- maka itu menjadi seperti gelombang. Jika Anda melakukan percobaan seperti partikel-maka itu menjadi seperti partikel, dan tidak pernah keduanya ada secara simultan. Itu adalah inti dari prinsip ketidakpastian Heisenberg.

Apakah itu menjadi seperti partikel atau gelombang tergantung pada pertanyaannya. Sebelum Anda mengajukan pertanyaan – apakah itu seperti partikel atau seperti gelombang? keduanya hanya hadir sebagai medan potensi.

Pertanyaan Andalah yang memaksa alam semesta untuk membuat pilihan. Sebelum Anda mengajukan pertanyaan alam semesta tidak membuat pilihan. Segera setelah Anda membuat pilihan alam semesta akan dipaksa untuk menanggapi. Jadi pada tingkat paling mendasar dari alam, alam semesta adalah lautan kemungkinan yang tidak terbatas yang terdorong untuk membuat pilihan untuk terwujud dalam ruang-waktu setelah Anda mengajukan pertanyaan itu. Alam semesta adalah sebuah tanda tanya besar sebelum menjadi aktual.

Sebuah fenomena menarik yang para ilmuwan sekarang benar-benar nyaman dengan hal itu adalah fenomena yang disebut ‘korelasi non-lokal’. Korelasi non-lokal adalah sesuatu yang sengaja digambarkan oleh Einstein dalam usahanya untuk benar-benar membuat fisika kuantum tidak sah.

Einstein sangat tidak nyaman dengan aspek-aspek tertentu dari fisika kuantum. Salah satunya adalah korelasi non-lokal. Yang lain adalah prinsip ketidakpastian Heisenberg. Bahkan, ketika Heisenberg datang untuk menjelaskan prinsip ketidakpastian pada Einstein, ia membuat komentar yang terkenal, “Tuhan tidak bermain dadu dengan alam semesta,” karena hukum mekanistik kita mengatakan jika kita cukup tahu tentang alam semesta kita akan dapat memprediksi segalanya.

Singkatnya, korelasi non-lokal bekerja seperti ini:

Jika Anda memiliki dua partikel sub-atom, A dan B, dan mereka berbenturan, mereka bertukar sedikit energi dan informasi, sehingga A menjadi A1 dan B menjadi B1: mereka sedikit berubah, seperti ketika Anda dan saya bertabrakan kita sedikit berubah , kami bertukar informasi dan energi juga, sehingga Anda bukan orang yang sama lagi dan saya bukan orang yang sama lagi. Pada tingkat yang paling dasar, saat partikel sub-atom berbenturan mereka bertukar energi dan informasi; katakanlah A1 mulai bergerak ke salah satu ujung alam semesta dan B1 bergerak ke ujung alam semesta lain, tetapi dalam semua keabadian mereka tetap berkorelasi langsung.

Berkorelasi langsung berarti bahwa jika saya tahu apa yang dilakukan A1 saya akan dapat memberi tahu Anda apa yang dilakukan B1. Kalau saya tahu di mana A1 saya akan dapat memberitahu Anda di mana B1. Bahwa dengan mengetahui kualitas perilaku A1 saya akan dapat memberitahu Anda kualitas perilaku B1.

Sekarang di mana pendapat Einstein berbeda adalah bahwa ia mengatakan itu hanya korelasi matematika dan bahwa tidak ada misteri dalam hal ini. Selanjutnya, korelasi ini adalah tidak diperantarai, yang berarti tidak ada mediasi energi dari sini ke sana yang memberitahu saya bahwa dengan mengetahui yang saya bisa tahu apa yang lain lakukan. Jadi, itu tidak diperantarai dan tidak terbias – tidak terbias berarti bahwa tidak ada pengurangan dari kekokohan korelasi – dengan jarak di ruang angkasa.

Biasanya, saat Anda menggunakan energi sinyal atau sinyal elektromagnetik, Hukum Inverse Proporsi berlaku – sehingga misalnya Anda memiliki dua objek yang berkorelasi satu sama lain (seperti gravitasi misalnya), ia akan menjadi lebih lemah secara proporsional terbalik dengan akar kuadrat jarak. Tapi tak terbias berarti tidak ada penurunan dalam kekuatan korelasi. Korelasi ini tetap sama tidak peduli seberapa jauh Anda pergi.

Jarak di dalam Ruang juga adalah Jarak dalam waktu

Ketika saya melihat langit malam, saya mungkin melihat bintang yang berjarak lima belas juta tahun cahaya, yang berarti bahwa saya melihat sesuatu yang ada lima belas juta tahun yang lalu. Jika bintang itu telah musnah lima juta tahun yang lalu saya tidak akan tahu karena ketika saya melihat langit malam saya sedang melihat masa lalu. Jarak di ruang angkasa juga adalah jarak waktu, tetapi tak tanggung-tanggung berarti kekokohan korelasi bergerak di luar batas-batas ruang-waktu: itu instant. Jadi korelasi ketiga adalah bahwa hal itu terjadi seketika.

Einstein percaya ini hanya sebuah konsep matematika, tetapi kemudian John Bell datang dan membuktikan dibalik keraguannya. Sekarang fakta-fakta membuktikan bahwa ada tingkat dasar di alam dimana semuanya berkorelasi langsung dengan hal-hal lain. Ini memberikan kita bukti matematis dan eksperimental apa yang kita sebut kemahatahuan atau kehadiran di mana-mana atau kemahakuasaan – di mana semuanya berkorelasi, semuanya terorganisir, semuanya terhubung langsung dengan hal-hal lain.

Saya akan memberitahu Anda mengapa Einstein merasa tidak nyaman dengan ini: itu karena ia berpikir bahwa semua fenomena yang ada ini berada dalam ruang-waktu, tapi gambaran ini adalah domain yang berada di luar ruang-waktu dan kausalitas, di luar domain dari ruang-waktu. Sekarang para ilmuwan telah benar-benar mengakui bahwa Anda tidak bisa menjelaskan biologi tanpa melibatkan korelasi non-lokal.  Bagaimana tubuh manusia sambil berpikir, bermain piano, membunuh kuman, dan menghilangkan racun di tubuh pada waktu yang sama? Dan sementara itu melakukan semua kegiatan itu berkorelasi dengan setiap aktivitas lainnya, semua seketika tanpa mediasi aktivitas sel hati dengan sel ginjal Anda, dengan pembuatan sel-sel yang baru.

Bukan hanya itu, ketika tubuh Anda melakukan pelacakan terhadap pergerakan bintang, sementara melakukan ini irama biologis yang Anda sebut sebagai tubuh Anda sebenarnya adalah irama ekosistem dan alam semesta. Semuanya berhubungan dengan segala sesuatu yang lain, dan itu tidak hanya berhubungan dengan segala sesuatu yang lain: itu berkorelasi langsung. Tidak ada waktu, tidak ada energi yang terlibat karena energi berada dalam ruang-waktu.

Ini tanpa menggunakan sinyal waktu atau sinyal energi: itu langsung. Ini adalah dasar dari apa yang kita sebut sinkronisitas. Korelasi non-lokal adalah aspek kegiatan alam yang paling mengesankan dan paling dominan. Ini benar-benar dapat dipahami secara matematis; ia benar-benar bisa dipahami dengan fisika kuantum – ia benar-benar bisa dipahami secara eksperimental.

Hal lain dari diskontinuitas adalah proliferasi ketidakpastian. Semakin dalam Anda pergi ke diskontinuitas menjadi semakin tidak menentu. Mari kita melihat prinsip ketidakpastian Heisenberg: semua fenomena tersebut hadir secara bersamaan-seperti gelombang dan partikel-seperti sampai Anda melakukan pengamatan, dan kemudian mereka adalah salah satu atau yang lain. Jika Anda mengukur salah satu, maka Anda menghalangi diri Anda untuk mengetahui yang lain.

Jadi jika saya mengukur posisinya maka saya menghalangi diri saya untuk mengetahui momentumnya. Jika saya mengetahui hal itu sebagai sebuah partikel maka saya tidak bisa mengetahui itu sebagai gelombang pada saat yang sama. Ini tidak ada hubungannya dengan keterbatasan metodologi eksperimental kita, melainkan sudah menjadi hukum alam. Ia tidak berperilaku seperti partikel atau gelombang sampai saya menanyakan/mengamati.

Lebih jauh lagi, ketika saya melakukan perhitungan pada tingkat alam, saya harus menggunakan bilangan irasional. Sebuah bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dikonseptualisasikan. Jadi tak terhingga adalah bilangan irasional: Anda tidak dapat mengkosepsikannya. Pi adalah bilangan irasional karena memiliki angka desimal yang tak terbatas. Akar kuadrat dari 31 adalah angka irasional. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana itu seharusnya tetapi saya bisa melakukan perhitungan. Dalam rangka untuk menghitung perilaku mendasar dari alam semesta, saya harus menggunakan bilangan irasional yang saya tidak bisa mengkonseptualisasikannya init.

Dan meskipun margin kesalahan sangat kecil, margin kesalahan berlipat ketika saya mengekstrapolasi dari perilaku tingkat dasar ke perilaku tingkat makroskopik. Jadi, pada kenyataannya, semakin saya mengkaji tingkat keberadaan pada tingkat yang paling mendasar, mereka menjadi lebih dan lebih tidak pasti. Ini seperti Tuhan berkata kepada saya, “Pada titik waktu ini saya tidak akan mengungkapkan rahasia saya kepada Anda. Saya akan memungkinkan Anda untuk sampai sejauh ini tetapi mulai sekarang Anda harus percaya pada saya, dan saya tidak akan memberitahukannya lagi.

Ketidakpastian sebenarnya adalah alasan untuk kreativitas di tingkat ini, yang merupakan properti keempat dari domain kuantum. Ini adalah kreatif. Dan itu kreatif karena adanya proliferasi ketidakpastian. Jika Anda yakin tentang segala sesuatu, di mana ada ruang untuk kreativitas? Kreativitas dimulai dengan ketidakpastian. Kalau saya mengetahui segalanya maka itulah akhir cerita, tetapi jika saya tidak mengetahui maka ada ruang untuk kreativitas, dan semakin saya tidak tahu ada lebih banyak ruang untuk kreatifitas. Jadi pada tingkat kreativitas alam ini adalah berdasarkan proliferasi ketidakpastian. Kreativitas ini adalah kuantum dalam karakter.

Apa artinya itu?  Ini ada hubungannya dengan penyembuhan karena semua penyembuhan adalah kreativitas biologis. Semua penyembuhan adalah kreativitas biologis. Alam semesta selalu menciptakan secara konstan.

Lihatlah keluar : Semua Penciptaan ini terjadi Saat Ini

Ini tidak terjadi pada saat tertentu, itu semua terjadi pada saat ini. Pada tingkat kuantum gelombang foton menjadi runtuh, fungsi gelombang adalah peristiwa pengendapannya pada ruang-waktu, dan otak kita adalah instrumen kuantum yang menerjemahkan runtuhnya fungsi gelombang ke wujud pohon misalnya. Tapi pohon itu sebenarnya lahir dan mati pada saat ini dengan kecepatan cahaya. Tuhan menciptakan itu. Maka jika Anda tidak percaya pada Tuhan maka kuantum non-lokal kausal bidang mekanik yang saling terkait menciptakan itu!

Tetapi beberapa misteri menciptakan itu dan melakukannya sekarang. Seluruh ciptaan sedang terjadi sekarang. Tidak hanya terjadi sekarang tetapi beberapa properti muncul secara tidak terduga sebagai kreativitas yang terus-menerus, karena kreativitas mengulangi dirinya, pola keruntuhan yang berulang dan tiba-tiba ada lompatan kuantum dan lompatan kuantum itu disebut sebagai sifat yang muncul. Itu berarti mereka tidak ada sebelumnya dan Anda tidak tahu apakah mereka sebelumnya, sebelum mereka eksis.

Mari kita Lihat Evolusi Biologi

Kita melihat semua itu dipengaruhi oleh diskontinuitas. Diskontinuitas dalam fisika kuantum adalah ketika sebuah partikel sub-atom bergerak dari satu tempat ke tempat lain tanpa melalui ruang di antaranya. Jadi sekarang ini di sini dan kemudian di sana dan tidak melewati medium. Dan juga itu seketika: secepat itu menghilang muncul di tempat lain tanpa ada jeda waktu.

Jika Anda pernah menonton program TV Amerika Star Trek, Anda akan tahu bahwa ketika Kapten Kirk mengatakan, “Beam me up, Scottie,” Scottie menekan sebuah tombol dan Kapten Kirk menghilang dari sini dan muncul di galaksi lain – dan tidak ada jeda waktu. Itu disebut lompatan kuantum dalam fisika. Ini terjadi sepanjang waktu.

Pada awal artikel ini, saya telah membuat lompatan kuantum dalam imajinasi. Saya meminta Anda untuk memikirkan matahari terbenam, memikirkan lilin di ruangan gelap – itu adalah lompatan kuantum dalam imajinasi Anda. Pola foton yang berperilaku dengan cara tertentu beralih ke berperilaku dengan cara lain dengan tidak ada jeda waktu. Alam semesta bisa ‘dibayangkan’ sebagai lompatan kuantum. Jadi, transisi dari amfibi sampai burung adalah lompatan kuantum di imajinasi alam.

Evolusi klasik Darwin akan mengatakan bahwa seekor amfibi mendapatkan bulu karena ingin menghindari predator dengan terbang – survival of the fittest – namun sebenarnya mendapatkan bulu adalah kerugian biologis bagi amfibi. Hal ini menjadikan makhluk itu lebih rumit. Ini juga harus memiliki tingkat metabolisme baru karena laju metabolisme makhluk terbang benar-benar berbeda dengan tingkat metabolisme amfibi.
Hal ini membutuhkan suatu sistem muskuloskeletal baru; membutuhkan, tentu saja, sayap; itu membutuhkan keterampilan navigasi. Segala sesuatu tentang amfibia adalah berbeda dengan segala sesuatu tentang burung. Jadi transisi ini harus simultan, laju metabolisme, bulu-bulu, sistem muskuloskeletal: semua transisi yang ada harus simultan. Masing-masing harus berkorelasi non-lokal dengan yang lain dan harus tiba-tiba, jika burung itu akan menjadi mangsa predator. Hal ini membutuhkan peristiwa simultanitas berkorelasi non-lokal.  Jika tidak maka tidak ada burung di jalur evolusi.

Demikian pula, transisi dari primata menjadi manusia: di sini kita duduk sebagai manusia dan ada simpanse di luar sana yang memiliki 99,999%  DNA yang sama. Tapi sejauh yang kita tahu, simpanse tidak bertanya pada diri sendiri siapakah Tuhan itu dan apakah mereka memiliki jiwa, atau apa hakikat eksistensinya. Ini membutuhka lompatan kuantum. Kreativitas alam adalah kuantum.

Efek Observer

Effek Pengamat berarti bahwa sampai saat diobservasi alam semesta hanya ada sebagai suatu bidang kemungkinan. Sampai Anda amati, dalam kata lain tanpa kita menjadi makhluk sadar, alam semesta ini tidak ada. Ini adalah kontribusi John Wheeler.

Wheeler adalah seorang mahasiswa dari Einstein, dia sekarang berumur 93 tahun.Dia adalah salah satu raksasa fisika terbesar abad terakhir. Dia mengatakan bahwa alam semesta tetap ambigu, sebagai sup kuantum yang gmengalir tanpa henti, sampai makhluk yang sadar mengamatinya. Makhluk yang sadar bisa saja adalah lebah madu atau bunglon, atau bisa juga Anda. Bahwa tanpa kesadaran alam semesta tidak memproduksi dirinya sendiri dalam bentuk fisik. Poin-poin yang telah dibahas di atas adalah kualitas jiwa Anda. Mengapa? Karena jiwa Anda bukanlah sesuatu hal/benda, ini adalah merupakan bidang kemungkinan yang tidak terbatas. Jiwa Anda adalah mahatahu, jiwa Anda berproliferasi dan mencakup ketidakpastian dalam rangka untuk menciptakan, dan jiwa Anda adalah co-creator dengan Tuhan. Tuhan tetap tidak bermanifest kecuali Andar berpartisipasi.

Apa definisi dari jiwa? Jiwa adalah pengamat yang menafsirkan dan membuat pilihan. Jika Anda ingin memperluas lagi, menafsirkan melalui memori dan membuat pilihan melalui keinginan.

Kelima atribut jiwa adalah: 

1. Bidang kemungkinan yang tidak terbatas
2. Mahatahu (atau berkorelasi non-lokal)
3. Mencakup ketidakpastian
4. Sumber kreativitas yang tidak terbatas
5. Co-creator dengan Tuhan dan co-creator dengan misteri

Setiap orang memiliki pengamat; setiap orang mengamati didasarkan pada memori dan interpretasi dan membuat pilihan berdasarkan keinginan, dan setiap orang memiliki dasar utama kemungkinan yang tidak terbatas, korelasi non-lokal, ketidakpastian, prokreasi dan kreativitas. Itulah jiwa. Apa Perbedaan Antara Jiwa dan Pikiran? Pikiran adalah proses dari observasi. Jiwa adalah pengamat.

Apa yang dimaksud dengan realitas fisik termasuk tubuh? Ini adalah objek dari pengamatan. Anda mengamati melalui pikiran dan Anda mengamati tubuh Anda dan mengamati tubuh-tubuh yang lain. Tapi ingat bahwa tubuh-tubuh lainnya dan segala sesuatu yang Anda amati adalah terjemahan dari proses jasmaniah dalam diri Anda sendiri oleh sistem saraf Anda. Jadi, ketika saya mengamati Anda di luar sana, sebenarnya saya mengamati proses tubuh dalam pikiran saya yang saya menafsirkan sebagai Anda. Jadi segala sesuatu terjadi dalam tubuh, pikiran dan jiwa kita. Pengamat adalah jiwa, pikiran adalah prosesnya, dan tubuh fisik adalah objeknya.

Sumber: Henkykuntarto’s Blog -Wellcome to my spiritual blog