Senin, 19 Agustus 2013

Firdaus di Bumi Sudah di Ambang Pintu


Pasal 19

 

INGINKAH Anda menikmati kehidupan tanpa akhir—penuh makna dan memuaskan? Kemungkinan besar Anda akan menjawab, Ya. Ada begitu banyak hal menarik untuk dilakukan, tempat indah untuk dilihat dan hal baru untuk dipelajari.

2 Namun, problem-problem yang kelihatannya tak terpecahkan mengganggu kesenangan hidup kita. Misalnya, umur hidup kita sekarang relatif pendek. Dan, kehidupan banyak orang sarat dengan penyakit, kesedihan, dan kesukaran. Jadi agar manusia benar-benar menikmati kehidupan, dalam segala segi, idealnya adalah jika (1) lingkungan tempat tinggalnya seperti firdaus, (2) keadaan benar-benar aman, (3) pekerjaannya mengasyikkan, (4) tubuhnya sehat walafiat dan (5) hidupnya abadi.

3 Tetapi, apakah keinginan di atas itu berlebihan? Dari sudut pandang manusia, memang begitu. Sejarah menunjukkan bahwa manusia tidak mampu mewujudkan keadaan yang demikian ideal dengan upaya sendiri. Namun, dari sudut pandang Pencipta kita, hal-hal tersebut bukan saja mungkin melainkan juga pasti terwujud! Mengapa? Karena keadaan yang begitu didambakan itu adalah bagian dari maksud-tujuan Allah yang semula untuk bumi ini.—Mazmur 127:1; Matius 19:26.

Firdaus Akan Dipulihkan

4 Seperti telah kita lihat dalam pasal-pasal sebelumnya, pasangan manusia pertama tidak seperti binatang. Mereka diciptakan sebagai manusia seutuhnya. Tempat tinggal mereka yang semula, Eden, adalah ’suatu firdaus kesenangan’. (Kejadian 2:8, Douay Version) Mereka harus ”menggarap dan mengurusnya”. (Kejadian 2:15) Selain itu, mereka mendapat tugas untuk mengelola bumi, ”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” (Kejadian 1:28) Seraya keturunan mereka bertambah banyak, mereka harus memperluas batas-batas taman yang indah ini, mengubah seluruh bumi menjadi firdaus. Sampai kapan firdaus ini akan ada? Alkitab secara konsisten menyatakan bahwa bumi akan tetap ada ”sampai waktu yang tidak tertentu, atau selama-lamanya”. (Mazmur 104:5; Pengkhotbah 1:4) Jadi, bumi Firdaus dimaksudkan untuk menjadi tempat tinggal permanen yang menyenangkan bagi manusia sempurna, yang akan hidup di sana selama-lamanya.—Yesaya 45:11, 12, 18.

5 Pemberontakan di Eden hanya menunda penggenapan maksud-tujuan Allah, tidak mengubahnya. Allah menetapkan sarana yang akan menghentikan kerusakan dan memulihkan Firdaus. Sarana tersebut adalah Kerajaan Allah, yaitu pemerintahan surgawi yang menjadi bagian yang sangat penting dari berita Yesus kepada umat manusia. (Matius 6:10, 33) Dan, kita dapat yakin bahwa maksud-tujuan Allah yang semula akan terlaksana. Pencipta yang mahakuasa di balik semua ini meyakinkan kita, ”Demikianlah firmanku yang keluar dari mulutku. Itu tidak akan kembali kepadaku tanpa hasil, tetapi pasti akan melaksanakan apa yang kusukai, dan akan berhasil dalam apa yang kusuruhkan kepadanya.”—Yesaya 55:11.

6 Dewasa ini, sungguh membesarkan hati melihat peristiwa-peristiwa dunia menggenapi ”tanda” ”hari-hari terakhir”. (Matius 24:3-14; 2 Timotius 3:1-5) Ini menunjukkan bahwa tidak lama lagi ’firman’ Allah ”akan berhasil”. Ya, firman-Nya pasti berhasil karena Allah yang mahakuasa akan turun tangan dalam urusan manusia agar maksud-tujuan-Nya terlaksana. (Yeremia 25:31-33) Kita dapat berharap untuk segera melihat penggenapan mazmur yang mengandung nubuat ini, ”Para pelaku kejahatan akan dimusnahkan, tetapi orang-orang yang berharap kepada Yehuwa adalah yang akan memiliki bumi. Dan hanya sedikit waktu lagi, orang fasik tidak akan ada lagi . . . Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”—Mazmur 37:9-11, 29; Matius 5:5.

7 Jadi, orang yang memilih untuk melepaskan diri dari sang Pencipta akan ”dimusnahkan”. Mereka yang ”berharap kepada Yehuwa” akan selamat melewati akhir sistem ini dan mulai memulihkan Firdaus. Secara bertahap Firdaus akan diperluas sampai meliputi seluruh bumi. Perwujudan Firdaus ini begitu pasti sehingga dengan penuh keyakinan Yesus dapat berjanji kepada pencuri yang dihukum mati di sebelahnya, ”Dengan sungguh-sungguh aku mengatakan kepadamu hari ini: Engkau akan bersamaku di Firdaus.”—Lukas 23:43.

Bumi Diubah

8 Gambaran Alkitab tentang Firdaus benar-benar memesona. Misalnya, buku itu menceritakan perubahan yang mencolok atas keadaan bumi itu sendiri. Anda mungkin ingat bahwa ketika pasangan manusia pertama diusir dari Eden, mereka diberi tahu bahwa tanah akan menumbuhkan tanaman berduri serta rumput duri, dan hanya dengan bercucuran keringat mereka dapat menghasilkan makanan dari tanah. (Kejadian 3:17-19) Sejak itu, banyak orang harus terus berjuang mengatasi semakin luasnya padang gurun, tandusnya tanah, musibah kekeringan, lalang, serangga, penyakit tanaman dan gagal panen. Biasanya, yang menang adalah kelaparan.

9 Namun, situasi ini bakal diubah, ”Padang belantara dan wilayah yang gersang akan bersukaria, dan padang gurun akan bersukacita dan berbunga seperti tanaman kumkuma. . . . Karena mata air akan memancar di padang belantara, juga aliran air yang deras di padang gurun. Tanah yang gersang karena panas akan menjadi seperti kolam, dan tanah yang haus menjadi seperti mata air.” ”Sebagai ganti belukar berduri akan tumbuh pohon juniper. Sebagai ganti jelatang yang menusuk akan tumbuh pohon mirtel.” (Yesaya 35:1, 6, 7; 55:13) Jadi, apabila maksud-tujuan Allah terlaksana, umat manusia akan mempunyai pekerjaan yang sangat mengasyikkan, yaitu mengubah bumi menjadi tempat indah yang akan menyenangkan penduduknya untuk selamanya-lamanya. Tetapi, yang akan ada bukan hanya keindahan.

Akhir Kemiskinan

10 Lahan yang subur pun akan semakin luas karena padang gurun dan daerah yang terimbas kekeringan akan diubah sehingga produktif. Di bawah pengawasan sang Pencipta, manusia pasti akan berhasil menyuburkan bumi ini melebihi yang sudah-sudah, ”Yehuwa pun akan memberikan apa yang baik, dan tanah kita akan memberikan hasilnya.” (Mazmur 85:12) ”Hasilnya” adalah ”banyak biji-bijian di bumi; di puncak pegunungan akan ada kelimpahan”. (Mazmur 72:16) Jutaan orang tidak akan pernah mati kelaparan lagi.—Yesaya 25:6.

11 Selain itu, pengangguran akan dihapus, ditiadakan untuk selama-lamanya. Semua orang akan menikmati hasil jerih lelahnya sendiri, ”Mereka akan membuat kebun anggur dan memakan buahnya. . . . mereka tidak akan menanam dan orang lain yang makan.” (Yesaya 65:21, 22) Maka, semua ini akan mendatangkan keamanan ekonomi, sebagaimana diuraikan dalam Yehezkiel 34:27, ”Pohon di ladang akan memberikan buahnya dan tanah pun akan memberikan hasilnya, dan mereka akan tinggal di tanah mereka dengan aman.

12 Tetapi, manusia juga dilahirkan dengan keinginan untuk memiliki rumah yang layak dengan lahan untuk ditanami bunga, pohon dan dijadikan taman. Apabila jutaan orang tinggal berjejal-jejal di rumah-rumah susun raksasa, atau di daerah-daerah kumuh, atau di jalan-jalan, bisakah dikatakan mereka punya perumahan yang layak? Semua itu tidak akan ada dalam Firdaus yang akan datang karena maksud-tujuan Allah adalah ”mereka akan membangun rumah dan menghuninya . . . Mereka tidak akan membangun dan orang lain yang menghuni”. Program pembangunan sedunia itu akan sukses sepenuhnya, dan langgeng, ”Orang-orang pilihanku akan menggunakan sepenuhnya hasil karya tangan mereka. Mereka tidak akan berjerih lelah dengan percuma.” (Yesaya 65:21-23) Jadi, perumahan yang layak bukan hanya untuk kaum minoritas yang kaya, melainkan juga untuk semua orang yang tunduk kepada pemerintahan Allah.

Tidak Ada Lagi Penyakit dan Kematian

13 Firman Allah juga meyakinkan kita bahwa keadaan-keadaan yang memuaskan dalam Firdaus tidak akan dinodai oleh keterbatasan fisik atau penyakit, atau diperpendek oleh kematian, ”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit.’” (Yesaya 33:24) ”[Allah] akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.”—Penyingkapan 21:4.

14 Bayangkan apabila semua penyakit dan cacat ditiadakan! Firman Allah berkata, ”Pada waktu itu, mata orang-orang buta akan terbuka, dan telinga orang tuli akan dibuka penyumbatnya. Pada waktu itu, orang timpang akan berjalan mendaki seperti rusa jantan, dan lidah orang bisu akan bersorak-sorai.” (Yesaya 35:5, 6) Betapa menakjubkan perubahan tersebut! Dan, bayangkan pula, sejak saat itu ada prospek yang menakjubkan untuk hidup selama-lamanya—kekal, sama seperti Allah! Kematian tidak akan pernah menjadi kutuk lagi bagi manusia, karena Allah ”akan menelan kematian untuk selama-lamanya”.—Yesaya 25:8.

15 Tetapi, bagaimana dengan para lansia yang selamat dari akhir sistem ini? Apakah mereka hanya akan menikmati kesehatan yang baik di usia tua dan tetap seperti itu untuk selama-lamanya? Tidak, karena Allah memiliki kekuasaan dan masih akan menggunakannya untuk membalik proses penuaan. Seperti dikatakan Alkitab, ”Biarlah tubuhnya menjadi lebih segar daripada semasa muda; biarlah ia kembali ke hari-hari kegagahan masa mudanya.” (Ayub 33:25) Para lansia secara bertahap akan kembali menjadi pria dan wanita yang sempurna, seperti halnya Adam dan Hawa di taman Eden. Proses ini akan menjadi salah satu dari hasil ”penciptaan kembali” yang disebutkan Yesus.—Matius 19:28.

Perdamaian Abadi Sedunia

16 Apakah Firdaus akan dirusak lagi oleh perang atau kekerasan? Tidak, apabila ”orang yang lurus hatilah yang akan berdiam di bumi, dan orang yang tidak bercelalah yang akan disisakan di situ. Sedangkan orang fasik, mereka akan dimusnahkan dari bumi; dan mengenai pengkhianat, mereka akan direnggut dari situ”. (Amsal 2:21, 22) Mustahil ada perang atau kekerasan jika para perusak perdamaian sudah tidak ada lagi.

17 Mengapa orang yang ”disisakan”, setelah Allah memusnahkan orang fasik dan pengkhianat, disebut ’orang yang lurus hati’ dan ’tidak bercela’? Karena mereka telah dididik dengan standar-standar Allah untuk kehidupan yang penuh damai dan telah menyesuaikan diri dengan standar-standar tersebut. Pengetahuan tentang Allah itu, dan ketundukan pada hukum-hukum-Nya, adalah kunci terwujudnya perdamaian dalam Firdaus, karena Alkitab mengatakan, ”Mereka tidak akan melakukan apa pun yang membawa celaka atau menimbulkan kerusakan . . . karena bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut.” (Yesaya 11:9) Yesus juga mengatakan bahwa ”mereka semua akan diajar oleh Yehuwa”, dan bahwa yang menerima pengajaran ini dan hidup selaras dengannya akan memperoleh ”kehidupan abadi”.—Yohanes 6:45-47.

18 Syukurlah, pendidikan sedunia yang berorientasi pada Allah ini akan menghasilkan suatu dunia yang benar-benar penuh damai dan harmonis, bebas dari kejahatan, prasangka dan kebencian, bebas dari perpecahan politis dan perang. Nilai dari pendidikan ini sudah terlihat di antara jutaan Saksi-Saksi Yehuwa di seluruh dunia. Mereka membentuk persaudaraan internasional yang didasarkan atas kasih dan saling menghormati. (Yohanes 13:34, 35) Perdamaian dan persatuan sedunia mereka tidak terpatahkan. Bahkan penganiayaan atau perang-perang dunia tidak dapat memaksa mereka untuk mengangkat senjata melawan sesama di mana pun di dunia ini. Karena perdamaian dan persatuan sedunia seperti itu dapat terwujud bahkan dalam dunia yang terpecah belah sekarang, pasti akan jauh lebih mudah untuk meneruskan pola ini di bawah pemerintahan Allah dalam Firdaus.—Matius 26:52; 1 Yohanes 3:10-12.

19 Jadi, sejak awal pemulihan Firdaus, perdamaian sudah akan meliputi seluruh bumi. Dan, orang-orang yang selamat dari perang global Allah di Armagedon akan terus menaati kata-kata nubuat yang mereka genapi sekarang juga, ”Mereka tidak akan mengangkat pedang, bangsa melawan bangsa, mereka juga tidak akan belajar perang lagi.” Itulah sebabnya nubuat tersebut dapat menambahkan, ”Mereka akan duduk, masing-masing di bawah tanaman anggurnya dan di bawah pohon aranya, dan tidak akan ada orang yang membuat mereka gemetar.” (Mikha 4:3, 4) Untuk berapa lama? Janji yang menggembirakan adalah, ”Perdamaian tidak akan ada akhirnya.”—Yesaya 9:7.

20 Memang, dewasa ini bangsa-bangsa yang dimiliterisasi telah menimbun persenjataan melebihi yang sudah-sudah. Tetapi, semuanya tidak ada artinya bagi Pribadi yang memiliki kuasa untuk menciptakan alam semesta. Ia memberi tahu kita apa yang tidak lama lagi akan Ia lakukan dengan senjata bangsa-bangsa, ”Mari, kamu sekalian, lihatlah kegiatan Yehuwa, bagaimana ia telah menetapkan peristiwa-peristiwa yang mencengangkan di bumi. Ia menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi. Busur ia patahkan dan tombak ia potong; pedati-pedati ia bakar dalam api.” (Mazmur 46:8, 9) Dengan diremukkannya bangsa-bangsa dan kekuatan militer mereka, terbukalah jalan bagi perdamaian global yang langgeng dalam Firdaus.—Daniel 2:44; Penyingkapan 19:11-21.

Perdamaian dengan Binatang

21 Untuk melengkapi perdamaian sedunia di Firdaus, keharmonisan yang pernah ada antara manusia dan binatang di taman Eden akan dipulihkan. (Kejadian 1:26-31) Sekarang, manusia takut kepada banyak binatang, tetapi manusia pun merupakan ancaman bagi binatang. Namun, tidak akan demikian halnya dalam Firdaus. Sebagaimana Allah dulu menjaga keharmonisan antara manusia dan binatang buas di Eden, hal yang sama akan Ia lakukan dalam Firdaus. Maka, manusia sekali lagi akan menguasai binatang dengan pengasih.

22 Mengenai hal ini sang Pencipta menyatakan, ”Bagi mereka aku pasti akan mengadakan perjanjian pada hari itu sehubungan dengan binatang buas di padang dan dengan makhluk terbang di langit dan binatang melata di tanah.” (Hosea 2:17) Apa hasilnya? ”Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan aku akan pasti akan melenyapkan binatang buas yang mencelakakan dari negeri itu, dan mereka akan tinggal di padang belantara dengan aman dan tidur di hutan-hutan.”—Yehezkiel 34:25.

23 Perdamaian di antara sesama manusia, dan di antara manusia dan binatang, juga akan terlihat dalam dunia binatang, ”Serigala akan berdiam sebentar dengan anak domba jantan, dan macan tutul akan berbaring dengan anak kambing, dan anak lembu dan singa muda yang bersurai dan binatang yang gemuk, semua bersama-sama; dan seorang anak kecil akan menjadi pemimpinnya. Sapi dan beruang akan makan bersama-sama; anak-anak mereka akan berbaring bersama-sama. Bahkan singa akan makan jerami seperti lembu jantan. Anak yang masih menyusu akan bermain-main dekat liang ular kobra; dan anak yang disapih akan meletakkan tangannya pada lubang cahaya dari liang seekor ular berbisa. Mereka tidak akan melakukan apa pun yang membawa celaka atau menimbulkan kerusakan di seluruh gunung kudusku.”—Yesaya 11:6-9.

24 Betapa indah gambaran yang diberikan Alkitab tentang perdamaian total dalam Firdaus kelak! Maka, kita tidak heran membaca pernyataan di Mazmur 37:11 tentang kehidupan dalam sistem baru itu, ”Orang-orang yang lembut hati akan memiliki bumi, dan mereka akan benar-benar mendapatkan kesenangan yang besar atas limpahnya kedamaian.”

Orang Mati Hidup Kembali

25 Manfaat Firdaus tidak hanya akan dinikmati oleh orang-orang yang selamat dari akhir sistem sekarang. Di bawah pemerintahan Kerajaan surgawi Allah akan ada kemenangan yang sangat menakjubkan—kemenangan total atas kematian. Karena kematian warisan tidak saja akan dikalahkan, tetapi orang yang telah mati pun akan hidup kembali dan diberi kesempatan untuk hidup dalam Firdaus! Firman Allah menjamin, ”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar.” (Kisah 24:15) Alangkah menggembirakannya sewaktu orang-orang yang dikasihi keluar dari kuburan, generasi demi generasi!—Lukas 7:11-16; 8:40-56; Yohanes 11:38-45.

26 Yesus berkata, ”Jamnya akan tiba ketika semua orang yang di dalam makam peringatan akan mendengar suaranya lalu keluar, mereka yang melakukan perkara-perkara baik kepada kebangkitan kehidupan, mereka yang mempraktekkan perkara-perkara keji kepada kebangkitan penghakiman.” (Yohanes 5:28, 29) Ya, orang yang ada dalam ingatan Allah akan hidup kembali. Dan, jangan menganggap hal ini terlalu berat bagi Allah. Ingatlah, Ia menciptakan ratusan miliar, bahkan triliunan bintang. Alkitab juga mengatakan bahwa Ia memanggil semuanya ”dengan namanya”. (Yesaya 40:26) Jumlah orang yang pernah hidup dan mati hanya sedikit dibandingkan dengan jumlah bintang. Jadi, tidak sulit bagi Allah untuk mengingat mereka beserta pola hidup mereka.

27 Semua orang yang dibangkitkan akan dididik dengan standar-standar Allah yang adil-benar dalam lingkungan Firdaus. Mereka tidak akan diganggu oleh kefasikan, penderitaan atau ketidakadilan seperti yang mereka alami di masa lalu. Jika mereka mengakui pemerintahan Allah dan hidup sesuai dengan standar-standar-Nya, mereka akan dinilai layak untuk terus hidup. (Efesus 4:22-24) Jadi, kalau pencuri yang dipakukan di sebelah Yesus ingin tetap hidup dalam Firdaus, ia harus berubah dari pencuri menjadi orang jujur. Tetapi, orang yang memberontak terhadap pemerintahan Allah yang adil-benar tidak akan diizinkan untuk terus hidup dan merusak perdamaian serta sukacita orang lain. Ia akan dihukum. Jadi, tanpa pandang bulu, setiap orang akan mendapat kesempatan sepenuhnya untuk memperlihatkan apakah ia benar-benar menghargai kehidupan di bumi Firdaus yang berisi ”keadilbenaran”.—2 Petrus 3:13.

28 Bersama orang yang selamat dari Armagedon, orang mati yang dibangkitkan akan menikmati kehidupan yang penuh dengan hal-hal memesona tanpa ada habisnya. Otak manusia yang sempurna, yang memiliki kemampuan luar biasa untuk menampung pengetahuan, akan dapat menyerap informasi untuk selama-lamanya. Bayangkan apa yang akan kita pelajari tentang bumi dan alam semesta yang luar biasa dengan miliaran galaksinya! Pikirkan pekerjaan penuh tantangan dan memuaskan yang akan kita lakukan di bidang pembangunan, pertamanan, pengajaran, kesenian, musik dan banyak bidang lainnya! Jadi, kehidupan tidak akan membosankan atau tidak produktif. Malahan, seperti yang dinubuatkan Alkitab, setiap hari dalam Firdaus akan ada ”kesenangan yang besar”. (Mazmur 37:11) Jadi, awal suatu zaman baru yang menakjubkan sudah di ambang pintu.