Kamis, 15 Agustus 2013

Kehidupan—Bagaimana Asal Mulanya?


Pasal 1

 

KEHIDUPAN ada di mana-mana di sekitar kita. Hal itu nyata dari dengungan serangga, kicauan burung, dan gemeresik binatang kecil di sela-sela semak. Kehidupan terdapat di kutub yang dingin dan gurun yang gersang. Kehidupan ada di permukaan laut yang diterpa sinar matahari sampai di bagian-bagiannya yang paling dalam dan gelap. Tinggi di angkasa, makhluk-makhluk kecil beterbangan. Di bawah telapak kaki kita, triliunan mikroorganisme bekerja di dalam tanah, menyuburkannya untuk tanaman hijau, yang menunjang beraneka bentuk kehidupan lainnya.

2 Begitu limpah dan beragamnya kehidupan di bumi sehingga sulit untuk dibayangkan. Bagaimana asal mula semua ini? Planet kita beserta semua penghuninya—bagaimana terjadinya? Khususnya, bagaimana asal mula manusia? Apakah kita berevolusi dari binatang yang mirip kera? Atau, apakah kita diciptakan? Bagaimana persisnya sampai kita ada di sini? Dan, apa pengaruh jawabannya atas masa depan kita? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini sudah ada sejak lama dan banyak orang belum juga memperoleh jawabannya.

3 Mungkin Anda merasa bahwa pertanyaan-pertanyaan itu tidak terlalu mempengaruhi Anda. Anda mungkin berpikir, ’Asal mula saya tidak penting—yang penting saya ada dan masih hidup. Dan, tidak ada yang bisa memastikan apakah saya akan hidup selama 60, 70 atau 80 tahun. Entah kita diciptakan atau berevolusi, hal itu sama sekali tidak ada pengaruhnya buat saya sekarang.’ Namun, justru sebaliknya, hal itu bisa sangat mempengaruhi lamanya Anda hidup, caranya Anda hidup, dan kondisi hidup Anda. Mengapa? Karena seluruh sikap kita terhadap kehidupan dan masa depan dipengaruhi oleh pandangan kita mengenai asal mula kehidupan. Dan, asal mula kehidupan akan benar-benar mempengaruhi jalannya sejarah di masa depan maupun peranan kita di dalamnya.

Sudut Pandang yang Berbeda

4 Menurut banyak orang yang mempercayai teori evolusi, kehidupan akan selalu berisi persaingan keras, yang disertai pertikaian, kebencian, peperangan, dan kematian. Bahkan ada yang merasa bahwa manusia bisa membinasakan dirinya sendiri dalam waktu dekat. Seorang ilmuwan terkemuka mengatakan, ”Mungkin Kiamat akan tiba beberapa puluh tahun lagi. . . . pengembangan senjata nuklir dan sistem peluncurannya, cepat atau lambat, akan mengakibatkan bencana sedunia.”1 Kalaupun bencana ini tidak terjadi dalam waktu dekat, banyak orang percaya bahwa ketika seseorang mati, ia lenyap untuk selama-lamanya. Yang lain merasa bahwa, di kemudian hari, semua kehidupan di bumi akan musnah. Mereka berspekulasi bahwa matahari akan membesar menjadi bintang merah raksasa, dan akibatnya, ”samudra akan mendidih, atmosfer akan menguap dan lenyap, lalu planet kita akan ditimpa bencana yang luar biasa hebat”.2

5 Para ”penganut kreasionisme ilmiah” tidak setuju dengan kesimpulan-kesimpulan tersebut. Tetapi, penafsiran mereka tentang catatan penciptaan di buku Kejadian menyebabkan mereka menyatakan bahwa usia bumi ini baru 6.000 tahun dan keenam ”hari” penciptaan yang disebutkan dalam buku Kejadian masing-masing hanya 24 jam lamanya. Apakah gagasan itu merupakan gambaran yang akurat tentang apa yang Alkitab katakan? Apakah bumi, dan semua bentuk kehidupan di atasnya, diciptakan hanya dalam enam hari harfiah? Atau, adakah jawaban lain yang masuk akal?

6 Sewaktu memikirkan berbagai pertanyaan tentang asal mula kehidupan, banyak orang dipengaruhi oleh pendapat atau perasaan yang populer. Agar tidak seperti mereka dan untuk mencapai kesimpulan yang akurat, kita perlu memikirkan buktinya dengan pikiran terbuka. Menarik juga untuk memperhatikan bahwa bahkan pendukung evolusi yang paling terkenal, Charles Darwin, menunjukkan bahwa ia menyadari keterbatasan teorinya. Pada penutup buku The Origin of Species (Asal Mula Spesies), ia menulis mengenai betapa menakjubkannya ”kehidupan, dengan beberapa kekuatannya, yang pada mulanya diembuskan oleh sang Pencipta ke dalam satu atau beberapa bentuk”,3 sehingga jelas bahwa persoalan tentang asal mula kehidupan masih perlu diselidiki lebih lanjut.

Sains Tidak Dipersoalkan

7 Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diperjelas bahwa: Prestasi sains tidak dipersoalkan di sini. Setiap orang yang berwawasan mengetahui betapa hebatnya prestasi para ilmuwan di banyak bidang. Penelitian ilmiah telah sangat memperkaya pengetahuan kita tentang alam semesta, bumi, dan berbagai makhluk hidup. Penelitian tentang tubuh manusia telah menghasilkan cara-cara yang lebih baik untuk mengobati penyakit dan cedera. Kemajuan pesat di bidang elektronika telah mengantar kita ke abad komputer, yang mengubah kehidupan kita. Para ilmuwan telah mencapai prestasi yang mengagumkan, bahkan memungkinkan manusia pergi ke bulan dan kembali lagi. Sudah selayaknya kita menghargai kecakapan yang telah sangat memperkaya pengetahuan kita tentang dunia di sekitar kita, mulai dari benda-benda yang sangat kecil sampai yang luar biasa besar.

8 Di pasal ini, definisi-definisi berikut juga perlu diperjelas: Evolusi, sebagaimana digunakan dalam buku ini, memaksudkan evolusi organik—teori bahwa organisme hidup yang pertama terjadi dari benda mati. Lalu, seraya berkembang biak, organisme itu konon berubah menjadi berbagai jenis makhluk hidup, sehingga akhirnya menghasilkan segala bentuk kehidupan yang pernah ada di bumi, termasuk manusia. Dan, semua ini dianggap telah tercapai tanpa pengarahan yang cerdas atau campur tangan adimanusiawi. Di pihak lain, penciptaan adalah kesimpulan bahwa makhluk-makhluk hidup hanya bisa muncul karena adanya Allah Yang Mahakuasa yang merancang dan menjadikan alam semesta serta segala jenis makhluk hidup utama di bumi.

Beberapa Pertanyaan Penting

9 Jelaslah, terdapat perbedaan yang besar antara teori evolusi dan catatan penciptaan di buku Kejadian. Orang-orang yang mempercayai evolusi menyatakan bahwa penciptaan tidak ilmiah. Tetapi, kalau mau adil, pertanyaan ini juga bisa diajukan: Apakah evolusi sendiri benar-benar ilmiah? Di pihak lain, apakah buku Kejadian hanya berisi mitos kuno tentang penciptaan, seperti dinyatakan banyak orang? Atau, apakah isi buku itu selaras dengan temuan sains modern? Dan, bagaimana dengan pertanyaan-pertanyaan lain yang membingungkan begitu banyak orang: Jika ada Pencipta yang mahakuasa, mengapa ada begitu banyak peperangan, kelaparan, dan penyakit yang menyebabkan jutaan orang mengalami kematian dini? Mengapa Ia mengizinkan begitu banyak penderitaan? Selain itu, jika ada Pencipta, apakah Ia menyingkapkan apa yang akan terjadi di masa depan?

10 Tujuan buku ini ialah mengulas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan berbagai persoalan terkait. Penerbit berharap Anda akan memeriksa isi buku ini dengan pikiran terbuka. Mengapa ini sangat penting? Karena keterangannya bisa jadi lebih berharga daripada yang Anda duga.