Sabtu, 24 Agustus 2013

Mengapa Kita Mati?..bab 7


Mengapa Kita Mati?..bab 7

”Semua puncak bukit kini lengang, di semua puncak pohon engkau tidak dapat mendengar napas; burung-burung tidur di atas pepohonan: nantikanlah; segera engkau akan beristirahat seperti ini.”—JOHANN WOLFGANG VON GOETHE, PENYAIR ASAL JERMAN

ALLAH menciptakan manusia dengan keinginan yang kuat untuk hidup selama-lamanya. Sesungguhnya, Alkitab mengatakan bahwa Ia menaruh ”perasaan kekekalan dalam hati mereka”. (Pengkhotbah 3:11, Beck) Tetapi, Allah tidak sekadar memberi manusia hasrat untuk hidup selama-lamanya. Ia juga memberi mereka kesempatan untuk mendapatkannya.

2 Orang-tua kita yang pertama, Adam dan Hawa, diciptakan sempurna, tanpa ada cacat pada pikiran atau tubuh. (Ulangan 32:4) Bayangkan—tidak ada kepedihan atau rasa sakit yang kronis, tidak ada perasaan takut yang mencekam atau kecemasan! Selain itu, Allah menaruh mereka dalam sebuah firdaus tempat tinggal yang menyenangkan. Maksud-tujuan Allah adalah agar manusia hidup selama-lamanya dan agar pada waktunya, bumi akan penuh dengan keturunannya yang sempurna. (Kejadian 1:31; 2:15) Kalau begitu, mengapa kita mati?


Ketidaktaatan Mendatangkan Kematian

3 Allah memerintahkan Adam, ”Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kejadian 2:16, 17) Jadi, kehidupan kekal bagi Adam dan Hawa ada syaratnya; itu bergantung pada ketaatan mereka kepada Allah.

4 Akan tetapi, tragisnya, Adam dan Hawa tidak menaati hukum Allah. (Kejadian 3:1-6) Dengan berbuat demikian, mereka menjadi pedosa, karena ”dosa adalah pelanggaran hukum”. (1 Yohanes 3:4) Akibatnya, Adam dan Hawa tidak lagi memiliki prospek kehidupan kekal. Mengapa? Karena ”upah yang dibayar oleh dosa adalah kematian”. (Roma 6:23) Oleh karena itu, sewaktu menjatuhkan hukuman atas Adam dan Hawa, Allah berfirman, ”Engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Orang-tua kita yang pertama kemudian diusir dari Firdaus tempat tinggal mereka. Pada hari mereka berdosa, Adam dan Hawa mulai mengalami proses kematian yang lambat namun pasti.—Kejadian 3:19, 23, 24.

”Kematian Menyebar kepada Semua Orang”

5 Sekarang, dosa telah mendarah daging dalam gen-gen Adam dan Hawa. Oleh karena itu, mereka tidak dapat menghasilkan keturunan yang sempurna, sama seperti cetakan yang tidak sempurna tidak dapat menghasilkan benda yang sempurna. (Ayub 14:4) Sesungguhnya, setiap kelahiran manusia meneguhkan bahwa orang-tua kita yang pertama telah kehilangan kesehatan yang sempurna dan kehidupan kekal bagi diri mereka sendiri dan keturunannya. Rasul Kristen, Paulus, menulis, ”Melalui satu orang dosa masuk ke dalam dunia dan kematian melalui dosa, dan demikianlah kematian menyebar kepada semua orang karena mereka semua telah melakukan dosa.”—Roma 5:12; bandingkan Mazmur 51:7.

6 Para ilmuwan dewasa ini tidak tahu persis mengapa manusia menjadi tua dan mati. Akan tetapi, Alkitab menjelaskan bahwa kita mati karena kita dilahirkan berdosa dan mewarisi keadaan ini dari orang-tua kita yang pertama. Tetapi, apa yang terjadi dengan kita bila kita meninggal?