Senin, 19 Agustus 2013

Mana yang Akan Anda Pilih?


Pasal 20

 

FIRDAUS di masa depan di bawah Kerajaan Allah—itulah kabar baik yang dibutuhkan umat manusia. Dan, Yesus menubuatkan bahwa pemberitaan ”kabar baik kerajaan” kepada orang-orang di seluruh dunia akan menjadi salah satu corak dari periode ’sebelum akhir itu datang’. (Matius 24:14) Hal itulah yang sekarang dilakukan oleh jutaan Saksi-Saksi Yehuwa. Mereka menceritakan kabar baik ini kepada jutaan orang lain yang menyambutnya dengan belajar Alkitab dan bergabung dengan mereka.

2 Pekerjaan pendidikan sedunia secara besar-besaran untuk mengumpulkan orang-orang dari segala bangsa ini telah dinubuatkan dalam Alkitab. Tentang hari-hari terakhir ini, Yesaya bernubuat, ’Ibadat kepada Yehuwa akan berdiri teguh, dan ke sana semua bangsa akan berduyun-duyun. Dan Yehuwa akan mengajar mereka tentang jalan-jalannya, dan mereka akan berjalan di jalan-jalannya.’—Yesaya 2:2-4; lihat juga Yesaya 60:22; Zakharia 8:20-23.

3 Pemberitaan sedunia tentang Kerajaan menyebabkan umat manusia terbagi. Yesus menggunakan perumpamaan ketika menubuatkan sesuatu yang akan mencapai puncaknya pada zaman kita, ”Semua bangsa akan dikumpulkan di hadapannya, dan ia akan memisahkan orang, yang satu dari yang lain, sama seperti seorang gembala memisahkan domba dari kambing.” Orang yang mendukung maksud-tujuan sang Pencipta disamakan seperti domba, tetapi yang tetap ingin bebas disamakan seperti kambing. Tentang nasib akhir mereka, Yesus berkata bahwa ”domba-domba” akan memperoleh ”kehidupan abadi”, tetapi ”kambing-kambing”, ”kemusnahan abadi”.—Matius 25:32-46.

Tidak ’Menukar Kebenaran dengan Dusta’

4 Menyelaraskan kehidupan dengan maksud-tujuan Allah sangat penting bagi masa depan kita, karena Dialah ”sumber kehidupan”. (Mazmur 36:9) Maka, jangan sampai terjerat oleh filsafat-filsafat yang bertentangan dengan kenyataan. Roma 1:25 berbicara tentang ”orang yang menukar kebenaran Allah dengan dusta dan memuja serta memberikan dinas suci kepada ciptaan sebaliknya daripada kepada Pribadi yang mencipta”. Seperti yang telah kita lihat, teori evolusi bertentangan dengan kenyataan; ya, tepatnya, teori itu suatu ”dusta”. Menurut Roma 1:20, orang yang menukar fakta-fakta tentang Allah Pencipta dengan ”dusta” seperti itu ”tidak dapat berdalih” mengingat bukti-bukti yang ada.

5 Jangan heran bahwa teori evolusi begitu meluas pada zaman modern walaupun ada banyak bukti yang menyangkalnya. Inti yang sesungguhnya dari kepercayaan ini adalah bahwa Allah tidak ada, dan bahwa Ia tidak dibutuhkan. Dari mana asalnya dusta yang begitu besar itu? Yesus menyebutkan sumbernya sewaktu ia berkata, ”Si Iblis . . . adalah pendusta dan bapak dusta.”—Yohanes 8:44.

6 Kita perlu menghadapi kenyataan bahwa teori evolusi mendukung maksud-tujuan Setan. Ia ingin agar orang-orang meniru haluannya serta haluan Adam dan Hawa, yaitu memberontak terhadap Allah. Khususnya sekarang, karena ”waktunya tinggal sedikit” bagi si Iblis. (Penyingkapan 12:9-12) Maka, mempercayai evolusi berarti memajukan kepentingannya dan membutakan diri terhadap maksud-tujuan sang Pencipta yang menakjubkan. Kalau begitu, bagaimana seharusnya perasaan kita terhadap hal ini? Kita biasanya marah kepada penipu yang mencoba menggelapkan uang kita, atau bahkan mencuri beberapa barang kita. Kita seharusnya lebih marah lagi terhadap doktrin evolusi dan pencetusnya, karena tujuannya adalah untuk menipu kita sehingga kita kehilangan kehidupan kekal.—1 Petrus 5:8.

’Semua Akan Mengetahui’

7 Tidak lama lagi, setiap orang akan mengetahui bahwa memang ada Pencipta. Ia menyatakan, ”Aku pasti akan menyucikan namaku yang besar, yang dinodai di antara bangsa-bangsa, . . . dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa akulah Yehuwa. (Yehezkiel 36:23) Ya, setiap orang akan mengetahui bahwa ”Yehuwa itu Allah. Dialah yang menjadikan kita, dan bukan kita sendiri”.—Mazmur 100:3.

8 Bangsa-bangsa tidak lama lagi akan mengetahui bahwa Yehuwa adalah Allah Pencipta sewaktu Ia mengkonfrontasi mereka. Hal itu akan terjadi sewaktu Ia mengakhiri eksperimen manusia yang menyengsarakan, yaitu mencoba melepaskan diri dari Allah. Pada waktu itu, inilah yang akan terjadi, ”Oleh kemarahannya bumi akan bergoyang dengan keras, dan tidak ada bangsa yang akan bertahan di bawah kecamannya.” ”Allah-allah yang tidak membuat langit dan bumi, merekalah yang akan binasa dari bumi dan dari bawah langit ini.”—Yeremia 10:10, 11; lihat juga Penyingkapan 19:11-21.

9 Jadi, di Firdaus yang akan datang, bangsa-bangsa, sistem pendidikan, dan media mereka akan lenyap. Demikian pula dengan ajaran evolusi. Sebaliknya, seperti diperlihatkan di Yesaya 11:9, ”bumi pasti akan dipenuhi dengan pengetahuan akan Yehuwa seperti air menutupi dasar laut”. Setiap orang akan dididik untuk mengenal baik sang Pencipta. Mereka akan takjub terhadap cara Ia melaksanakan maksud-tujuan-Nya di masa lampau. Mereka akan melihat perbuatan-Nya di masa depan dalam Firdaus dan sangat bergembira atas hal itu. Dan, di antara hal-hal yang menakjubkan itu akan ada kebangkitan. Hal itu menjadi bukti yang meyakinkan bahwa Allah memang menciptakan manusia. Mengapa? Karena kesanggupan-Nya untuk menciptakan kembali miliaran orang yang sudah mati pasti membuktikan bahwa Ia dapat menciptakan pasangan manusia yang pertama.

Membuat Pilihan

10 Tidak, masa depan tidak akan ditentukan oleh proses evolusi yang bersifat kebetulan. Masa depan telah ditentukan oleh sang Pencipta. Maksud-tujuan Dialah yang akan terlaksana, bukan maksud-tujuan manusia atau Iblis. (Yesaya 46:9-11) Karena itu, pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh kita masing-masing adalah: Di pihak siapakah saya? Apakah saya ingin hidup selama-lamanya dalam Firdaus yang adil-benar? Jika ya, apakah saya memenuhi persyaratan Allah untuk selamat?

11 Jika kita ingin hidup selama-lamanya dalam Firdaus, Alkitab menunjukkan bahwa kita harus mengikuti teladan orang-orang yang menghormati sang Pencipta, maksud-tujuan, dan hukum-hukum-Nya. Alkitab menasihatkan, ”Perhatikanlah orang yang tidak bercela dan lihatlah orang yang lurus hati, karena masa depan orang itu akan penuh damai. Tetapi para pelanggar pasti akan dimusnahkan bersama-sama; masa depan orang-orang fasik akan benar-benar dimusnahkan.”—Mazmur 37:37, 38.

12 Allah memberi kita kebebasan untuk memilih apakah kita mau melayani Dia atau tidak. Dan, walaupun Ia tidak memaksa manusia untuk taat, Ia juga tidak akan membiarkan kefasikan, penderitaan, dan ketidakadilan sampai waktu yang tidak tertentu. Siapa pun yang mengganggu perdamaian dan kebahagiaan dalam Firdaus-Nya yang akan datang, tidak akan Ia biarkan terus hidup. Itulah sebabnya Ia sekarang mengundang orang-orang agar menggunakan kebebasan memilih yang mereka miliki untuk melayani Dia. Mereka yang berbuat demikian akan melihat berakhirnya dunia yang tidak memuaskan ini, kemudian menikmati sukacita yang besar sewaktu ikut mengubah bumi menjadi firdaus.—Mazmur 37:34.

13 Memang, kebanyakan orang tidak ingin memenuhi tuntutan Yehuwa. Mereka harus bertanggung jawab atas hal itu, dan akan menderita kerugian besar. (Yehezkiel 33:9) Namun, apakah Anda ingin ”dengan teguh menggenggam kehidupan yang sebenarnya”? (1 Timotius 6:19) Jika demikian, Yesus menunjukkan apa yang harus dilakukan sewaktu ia berdoa kepada Allah, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.”—Yohanes 17:3.

14 Maka, selagi masih ada waktu, tindakan bijaksana yang harus segera dilakukan adalah belajar tentang kehendak sang Pencipta dan berusaha melakukannya dengan sungguh-sungguh. Firman-Nya yang terilham mendesak, ”Sebelum datang hari kemarahan Yehuwa ke atasmu, carilah Yehuwa, kamu semua yang lembut hati di bumi, yang telah mempraktekkan keputusan hukum-Nya. Carilah keadilbenaran, carilah kelembutan hati. Mungkin kamu akan disembunyikan pada hari kemarahan Yehuwa.”—Zefanya 2:2, 3.

15 Semoga Anda terbukti sebagai orang yang lembut hati, yang dengan rendah hati tunduk kepada kehendak Allah. Kalau begitu, apa yang menanti Anda? ”Dunia ini sedang berlalu,” kata Alkitab, ”tetapi ia yang melakukan kehendak Allah akan tetap hidup untuk selamanya.” (1 Yohanes 2:17) Sungguh indah prospek tersebut—hidup kekal dalam bumi Firdaus—jika Anda membuat pilihan yang benar!