Sabtu, 24 Agustus 2013

Harapan yang Pasti..bab 9


 

”Sejak saat kelahiran senantiasa terdapat kemungkinan bahwa seseorang bisa mati kapan saja; dan tanpa dapat dielakkan, kemungkinan ini akan menjadi kenyataan yang terlaksana.”—ARNOLD TOYNBEE, SEJARAWAN ASAL INGGRIS.

SIAPA yang dapat membantah hakikat berdasarkan sejarah yang disebutkan di atas? Umat manusia harus selalu menerima kenyataan yang mengerikan berupa kematian. Dan, kita sungguh-sungguh merasa tak berdaya apabila seseorang yang kita kasihi meninggal. Pada waktu itu, apa yang sudah hilang tampaknya sama sekali tidak dapat kembali lagi. Apakah kita dapat dipersatukan kembali dengan orang-orang yang kita kasihi yang telah meninggal? Apa harapan yang diulurkan Alkitab bagi orang mati? Perhatikanlah kisah berikut.

’Sahabat Kita Telah Mati’

2 Kejadiannya pada tahun 32 M. Di kota Betani yang kecil, tiga kilometer di luar Yerusalem, tinggallah Lazarus bersama saudara-saudara perempuannya, Marta dan Maria. Mereka adalah sahabat karib Yesus. Pada suatu hari, Lazarus menderita sakit parah. Segera, saudara-saudara perempuannya yang merasa cemas mengirimkan kabar ini kepada Yesus, yang berada di seberang Sungai Yordan. Yesus menyayangi Lazarus dan saudara-saudara perempuannya, maka ia pun berangkat ke Betani. Dalam perjalanan, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Lazarus sahabat kita telah pergi beristirahat, tetapi aku mengadakan perjalanan ke sana untuk membangunkan dia dari tidur.” Karena murid-muridnya tidak langsung memahami makna pernyataan ini, Yesus dengan terus terang berkata, ”Lazarus telah mati.”—Yohanes 11:1-15.

3 Sewaktu mendengar bahwa Yesus hampir tiba di Betani, Marta berlari ke luar untuk menemuinya. Karena tersentuh melihat perasaan dukacitanya, Yesus meyakinkan dia, ”Saudaramu akan bangkit.” Marta menjawab, ”Aku tahu ia akan bangkit dalam kebangkitan pada hari terakhir.” Kemudian Yesus memberi tahu dia, ”Akulah kebangkitan dan kehidupan. Ia yang menjalankan iman kepadaku, meskipun ia mati, akan menjadi hidup.”—Yohanes 11:20-25.

4 Kemudian, Yesus pergi ke makam dan memerintahkan agar batu penutupnya disingkirkan. Setelah berdoa dengan suara keras, ia memerintahkan, ”Lazarus, marilah ke luar!” Dan, seraya semua mata terpaku pada makam tersebut, Lazarus benar-benar keluar. Yesus membangkitkan Lazarus—mengembalikan kehidupan kepada seorang pria yang telah mati selama empat hari!—Yohanes 11:38-44.

5 Marta telah memiliki iman akan janji kebangkitan. (Yohanes 5:28, 29; 11:23, 24) Mukjizat dihidupkannya Lazarus kembali memperkuat iman Marta dan membuat orang-orang lain beriman. (Yohanes 11:45) Tetapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah ”kebangkitan”?

”Ia Akan Bangkit”

6 Kata ”kebangkitan” diterjemahkan dari kata Yunani anastasis, yang secara harfiah berarti ”berdiri kembali”. Para penerjemah Ibrani mengalihbahasakan kata Yunani anastasis dengan kata Ibrani tekhiyath hammethim, yang berarti ”orang mati hidup kembali”. Jadi, kebangkitan mencakup membangunkan seseorang dari keadaan tidak bernyawa berupa kematian—mengaktifkan kembali pola kehidupan pribadi tersebut.

7 Dengan hikmat yang tak terhingga dan daya ingat yang sempurna, Allah Yehuwa dapat dengan mudah membangkitkan seseorang. Bukan masalah bagi Dia untuk mengingat pola kehidupan orang-orang mati—sifat-sifat kepribadian mereka, sejarah pribadi mereka, dan semua perincian mengenai identitas mereka. (Ayub 12:13; bandingkan Yesaya 40:26.) Yehuwa juga adalah Pencipta kehidupan. Oleh karena itu, Ia dapat menghidupkan kembali orang yang sama dengan mudah, memberi dia kepribadian yang sama dalam tubuh yang baru dibentuk. Selain itu, sebagaimana ditunjukkan oleh pengalaman Lazarus, Yesus Kristus bersedia dan sanggup membangkitkan orang mati.—Bandingkan Lukas 7:11-17; 8:40-56.

8 Akan tetapi, ajaran Alkitab mengenai kebangkitan tidak sejalan dengan doktrin jiwa yang tidak berkematian. Jika suatu jiwa yang tidak berkematian terus hidup setelah kematian, tidak ada yang perlu dibangkitkan, atau dihidupkan kembali. Marta sama sekali tidak menyatakan gagasan mengenai jiwa yang tidak berkematian yang hidup di tempat lain setelah kematian. Ia tidak percaya bahwa Lazarus telah pergi ke suatu alam roh untuk melanjutkan eksistensinya. Sebaliknya, ia mempertunjukkan imannya akan maksud-tujuan Allah untuk meniadakan dampak dari kematian. Ia mengatakan, ”Aku tahu ia akan bangkit dalam kebangkitan pada hari terakhir.” (Yohanes 11:23, 24) Demikian pula, Lazarus sendiri tidak menceritakan pengalaman apa pun mengenai kehidupan setelah kematian. Tidak ada yang dapat dilaporkan.

9 Jelaslah, menurut Alkitab, jiwa itu mati dan jalan keluar dari kematian adalah kebangkitan. Tetapi, miliaran orang telah mati sejak manusia pertama, Adam, hidup di atas bumi. Jadi, siapa yang akan dibangkitkan, dan di mana?

’Semua yang di dalam Makam Peringatan’

10 Yesus Kristus mengatakan, ”Jamnya akan tiba ketika semua orang yang di dalam makam peringatan akan mendengar suara [Yesus] dan keluar.” (Yohanes 5:28, 29) Ya, Yesus Kristus berjanji bahwa semua orang yang ada dalam ingatan Yehuwa akan dibangkitkan. Miliaran orang telah hidup dan mati. Siapa di antara mereka yang ada dalam ingatan Allah, dan menunggu kebangkitan?

11 Orang-orang yang telah menempuh haluan yang adil-benar sebagai hamba-hamba Yehuwa akan dibangkitkan. Tetapi, jutaan orang lain telah mati tanpa memperlihatkan apakah mereka akan menyelaraskan diri dengan standar-standar Allah yang adil-benar. Bisa jadi, mereka tidak mengetahui tuntutan-tuntutan Yehuwa, atau tidak memiliki cukup waktu untuk membuat perubahan yang dibutuhkan. Orang-orang seperti ini pun ada dalam ingatan Allah dan dengan demikian akan dibangkitkan, karena Alkitab berjanji, ”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar.”—Kisah 24:15.

12 Rasul Yohanes mendapat penglihatan yang menggetarkan tentang orang-orang yang dibangkitkan dan berdiri di hadapan takhta Allah. Sewaktu melukiskannya, ia menulis, ”Laut menyerahkan orang-orang yang mati di dalamnya, dan kematian dan Hades menyerahkan mereka yang mati di dalamnya, dan mereka dihakimi secara perorangan sesuai dengan perbuatan mereka. Dan kematian dan Hades dicampakkan ke dalam danau api. Ini berarti kematian kedua, danau api.” (Penyingkapan 20:12-14) Pikirkan apa artinya hal itu! Semua orang mati yang ada dalam ingatan Allah akan dilepaskan dari Hades, atau Syeol, kuburan umum umat manusia. (Mazmur 16:10; Kisah 2:31) Kemudian ”kematian dan Hades” akan dicampakkan ke dalam apa yang disebut ”danau api”, yang melambangkan pembinasaan total. Kuburan umum umat manusia akan lenyap selama-lamanya.

Dibangkitkan ke mana?

13 Sejumlah kecil pria dan wanita akan dibangkitkan untuk mendapat kehidupan di surga. Mereka akan memerintah bersama Kristus sebagai raja dan imam dan akan ikut mengakhiri semua dampak kematian yang diwarisi umat manusia dari manusia pertama, Adam. (Roma 5:12; Penyingkapan 5:9, 10) Menurut Alkitab, mereka hanya berjumlah 144.000 dan dipilih dari antara para pengikut Kristus, dimulai dari rasul-rasul yang setia. (Lukas 22:28-30; Yohanes 14:2, 3; Penyingkapan 7:4; 14:1, 3) Yehuwa akan memberikan kepada setiap orang yang dibangkitkan ini suatu tubuh roh sehingga mereka dapat hidup di surga.—1 Korintus 15:35, 38, 42-45; 1 Petrus 3:18.

14 Akan tetapi, mayoritas orang yang telah mati akan dibangkitkan untuk mendapatkan kehidupan di bumi. (Mazmur 37:29; Matius 6:10) Bumi yang seperti apa? Bumi dewasa ini penuh dengan pertikaian, pertumpahan darah, polusi, dan kekerasan. Jika orang mati hidup kembali di atas bumi semacam itu, pastilah kebahagiaan apa pun akan berumur pendek. Tetapi, sang Pencipta telah berjanji bahwa Ia akan segera mengakhiri masyarakat dunia dewasa ini yang berada di bawah kendali Setan. (Amsal 2:21, 22; Daniel 2:44) Kemudian, suatu masyarakat manusia yang baru dan adil-benar—”bumi baru”—akan menjadi kenyataan. (2 Petrus 3:13) Pada waktu itu, ”tidak seorangpun yang tinggal di situ akan berkata: ’Aku sakit.’” (Yesaya 33:24) Bahkan derita kematian akan dilenyapkan, karena Allah ”akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit. Perkara-perkara yang terdahulu telah berlalu.”—Penyingkapan 21:4.

15 Dalam dunia baru yang dijanjikan Allah, orang-orang yang lembut hati akan ”bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah”. (Mazmur 37:11) Pemerintahan surgawi Kristus Yesus dan ke-144.000 rekannya akan secara progresif mengembalikan umat manusia yang taat kepada kesempurnaan yang dihilangkan oleh orang-tua kita yang pertama, Adam dan Hawa. Orang-orang yang dibangkitkan akan termasuk di antara penduduk bumi.—Lukas 23:42, 43.

16 Alkitab memberikan gambaran sekilas tentang sukacita yang akan didatangkan oleh kebangkitan bagi keluarga-keluarga. Bayangkan kebahagiaan yang dirasakan oleh janda dari Nain sewaktu Yesus menghentikan iring-iringan pemakaman dan membangkitkan putra tunggalnya! (Lukas 7:11-17) Belakangan, di dekat Laut Galilea, sewaktu Yesus menghidupkan kembali seorang gadis berusia 12 tahun, orang-tuanya ”sangat takjub dengan emosi yang meluap”.—Markus 5:21-24, 35-42; lihat juga 1 Raja-Raja 17:17-24; 2 Raja-Raja 4:32-37.

17 Bagi jutaan orang yang kini tidur dalam kematian, kebangkitan akan berarti kehidupan dalam suatu dunia baru yang penuh damai. Pikirkan saja prospek menggetarkan yang terbuka bagi Tommy dan sang pengusaha, yang disebutkan dalam bagian pertama dari brosur ini! Apabila Tommy bangun untuk hidup dalam Firdaus di bumi, ia adalah Tommy yang sama dengan yang dikenal ibunya—tetapi tanpa penyakit. Ibunya akan dapat menyentuh dia , memeluk, dan mengasihinya. Demikian pula, sebaliknya daripada terperangkap dalam siklus kelahiran kembali yang nyaris tiada akhirnya, sang pengusaha dari India memiliki prospek yang menakjubkan untuk membuka matanya dalam dunia baru Allah dan melihat putra-putranya.

18 Mengetahui kebenaran mengenai jiwa, mengenai apa yang terjadi dengan kita bila kita meninggal, dan mengenai harapan kebangkitan juga dapat memiliki pengaruh yang mendalam atas orang-orang yang hidup dewasa ini. Marilah kita lihat bagaimana.

[Catatan Kaki]

Meskipun kata ”kebangkitan” tidak muncul dalam Kitab-Kitab Ibrani, harapan kebangkitan dengan jelas dinyatakan dalam Ayub 14:13, Daniel 12:13, dan Hosea 13:14.