Sabtu, 17 Agustus 2013

Makhluk Hidup yang Dirancang secara Menakjubkan


Pasal 11

 

SEWAKTU para antropolog menggali tanah dan menemukan sepotong batu tajam berbentuk segitiga, mereka menyimpulkan bahwa benda tersebut pasti telah dirancang oleh seseorang sebagai ujung anak panah. Para ilmuwan sependapat bahwa benda-benda seperti itu yang dirancang untuk suatu maksud tidak mungkin ada secara kebetulan.

2 Tetapi, berkenaan dengan makhluk hidup, logika yang sama sering diabaikan. Perancang tidak dianggap perlu. Padahal, organisme bersel tunggal yang paling sederhana, atau bahkan molekul DNA-nya yang berisi kode genetik, jauh lebih kompleks daripada batu berbentuk segitiga itu. Namun, para evolusionis berkeras bahwa semua ini tidak dirancang tetapi terbentuk oleh serangkaian kebetulan.

3 Sebenarnya, Darwin sendiri mengakui perlunya semacam daya rancang dan menurutnya, itu adalah tugas seleksi alam. ”Seleksi alam,” katanya, ”setiap hari dan setiap jam mencermati perbedaan-perbedaan terkecil di seluruh dunia; menyingkirkan yang buruk, mempertahankan dan menambahkan semua yang baik.”1 Namun, pandangan tersebut kini semakin kehilangan pamornya.

4 Menurut Stephen Gould, banyak evolusionis modern kini mengatakan bahwa perubahan besar ”mungkin bukan hasil dari seleksi alam dan bisa tersebar secara acak dalam populasi”.2 Gordon Taylor setuju, ”Seleksi alam hanya menjelaskan sebagian kecil dari apa yang terjadi: kebanyakan masih belum terjawab.”3 Geolog David Raup mengatakan, ”Alternatif yang penting pada saat ini untuk seleksi alam berkaitan dengan pengaruh faktor kebetulan semata.”4 Tetapi, apakah faktor ”kebetulan semata” dapat merancang? Apakah faktor kebetulan bisa menghasilkan kerumitan yang merupakan struktur kehidupan?

5 Evolusionis Richard Lewontin mengakui bahwa organisme-organisme ”kelihatannya telah dirancang dengan teliti dan terampil” sehingga beberapa ilmuwan menganggapnya sebagai ”bukti utama adanya Perancang Tertinggi”.5 Maka, sebaiknya kita mempertimbangkan sebagian dari bukti ini.

Jasad Renik

6 Mari kita mulai dengan makhluk hidup yang terkecil: organisme bersel tunggal. Seorang biolog mengatakan bahwa binatang bersel tunggal dapat ”menangkap makanan, mencernanya, membuang kotoran, bergerak ke sana kemari, membuat rumah, melakukan kegiatan seksual” dan ”walaupun tidak memiliki jaringan, organ, jantung, dan pikiran, mereka sebenarnya memiliki segala yang kita miliki”.6

7 Diatom, organisme bersel tunggal, mengambil silikon dan oksigen dari air laut lalu membuat kaca yang digunakan untuk membuat kotak-kotak kecil tempat menyimpan klorofil hijau. Seorang ilmuwan menyanjungnya karena fungsinya yang penting maupun keindahannya, ”Zat hijau daun yang tersimpan dalam kotak-kotak kecil ini menjadi padang rumput yang menyediakan sembilan puluh persen makanan bagi semua makhluk yang hidup di laut.” Diatom bisa menjadi sumber makanan terutama karena minyak yang dibuatnya, yang juga membantunya terapung dekat permukaan laut sehingga klorofilnya bisa memperoleh sinar matahari.

8 Ilmuwan tersebut juga mengatakan bahwa cangkang kacanya yang indah mempunyai ”variasi bentuk yang mengagumkan—bundar, bujur sangkar, berbentuk perisai, segitiga, lonjong, segi empat—selalu berhiaskan pola geometris yang sangat indah. Cangkang itu bagaikan renda yang sangat halus dari benang-benang kaca, sehingga sehelai rambut manusia harus dibelah memanjang empat ratus kali agar dapat masuk ke dalam lubang-lubangnya”.7

9 Satu kelompok binatang penghuni lautan, yang disebut radiolaria, membuat kaca yang dipakai untuk membangun ”bola kaca transparan dengan tonjolan-tonjolan yang tipis dan panjang”. Atau, ”benang kaca dibentuk menjadi segi-segi enam dan digunakan untuk membuat kubah-kubah geodesik yang sederhana”. Mengenai salah satu jenis makhluk mikroskopis yang ahli membangun itu dikatakan, ”Satu kubah geodesik belumlah cukup untuk arsitek super ini; harus ada tiga kubah dari serat kaca yang dijalin bagaikan renda, yang satu di dalam yang lain.”8 Kata-kata tidak sanggup menggambarkan desain yang menakjubkan ini—perlu gambar untuk menjelaskannya.

10 Bunga karang terdiri atas jutaan sel yang hanya sedikit jenisnya. Sebuah buku pelajaran untuk perguruan tinggi menjelaskan, ”Sel-sel tersebut tidak tersusun menjadi jaringan atau organ, tetapi sel-sel tersebut sepertinya saling mengenal sehingga dapat menyatu dan tersusun.”9 Jika sebuah bunga karang dihancurkan serta disaring melalui sebuah kain sehingga jutaan sel itu terpisah-pisah, mereka akan menyatu dan membangun kembali bunga karang itu. Bunga karang membangun kerangka kaca yang sangat indah. Satu contoh yang paling menakjubkan adalah keranjang bunga Venus.

11 Seorang ilmuwan berkata tentangnya, ”Apabila kita melihat kerangka bunga karang yang rumit yang terdiri atas tonjolan-tonjolan silika yang dikenal sebagai [keranjang bunga Venus], kita akan terkagum-kagum. Bagaimana mungkin sel-sel mikroskopis yang agak independen ini dapat berkolaborasi untuk mengeluarkan satu juta serpihan kaca dan membangun kisi-kisi yang begitu rumit dan indah? Kita tidak tahu.”10 Tetapi, satu hal yang kita ketahui: Perancangnya pasti bukan unsur kebetulan.

Kemitraan

12 Ada banyak contoh tentang dua organisme yang tampaknya dirancang untuk hidup bersama. Kemitraan demikian merupakan contoh simbiosis (hidup bersama). Pohon ara dan sejenis tawon saling membutuhkan untuk berkembang biak. Rayap memakan kayu tetapi ia membutuhkan protozoa dalam tubuhnya agar dapat mencernanya. Demikian juga, sapi, kambing, dan unta tidak dapat mencerna selulosa dalam rumput tanpa bantuan bakteri dan protozoa yang hidup di dalam tubuh mereka. Menurut sebuah laporan, ”Pada bagian perut sapi tempat pencernaan berlangsung terdapat kira-kira 95 liter cairan—dan setiap tetesnya mengandung 10 miliar mikroorganisme.”11 Alga dan fungi bergabung menjadi lumut kerak. Hanya dengan begitu mereka bisa tumbuh di atas batu gundul dan mulai mengubah bebatuan menjadi tanah.

13 Semut penyengat tinggal dalam rongga duri-duri pohon akasia. Mereka mengusir serangga pemakan daun dan memotong serta membunuh gulma yang merambat pada pohon itu. Sebagai imbalan, pohon itu mengeluarkan cairan manis yang disukai semut, dan juga menghasilkan sesuatu yang mirip dengan buah kecil untuk menjadi makanannya. Apakah semut yang terlebih dahulu menjaga pohon lalu pohon mengupahinya dengan buah? Ataukah pohon menghasilkan buah untuk semut lalu semut berterima kasih dengan menjaganya? Atau, apakah semuanya terjadi bersamaan secara kebetulan?

14 Ada banyak contoh tentang kerja sama demikian di antara serangga dan bunga. Serangga menyerbuki bunga, dan sebagai balasannya bunga memberi makan serangga dengan serbuk sari dan nektar. Beberapa bunga menghasilkan dua macam serbuk sari. Yang satu untuk membuahi biji, yang lain mandul tetapi disukai serangga pengunjung. Banyak bunga memiliki ciri-ciri dan bau-bauan khusus untuk menuntun serangga ke nektar. Untuk mencapai nektar, serangga akan menyerbuki bunga. Beberapa bunga memiliki mekanisme pemicu. Sewaktu menyentuh pemicu itu, serangga akan ditaburi serbuk sari oleh benang sari.

15 Misalnya, bunga Dutchman’s-pipe tidak dapat menyerbuki diri sendiri tetapi memerlukan serangga untuk membawa serbuk sari dari bunga lain. Tanaman itu mempunyai daun berbentuk tabung yang menutupi bunga, dan daun ini dilapisi lilin. Serangga, yang tertarik oleh bau bunga itu, hinggap pada daun dan terpeleset pada luncuran yang licin dan masuk ke bilik bawah. Di sana kepala putik yang masak menerima serbuk sari yang dibawa oleh serangga, dan terjadilah penyerbukan. Tetapi, serangga itu terjebak di sana selama tiga hari oleh rambut-rambut dan dinding-dinding bunga yang licin. Setelah itu, serbuk sari dari bunga itu menjadi masak dan menempel pada serangga. Kemudian, barulah rambut-rambutnya menjadi layu, dan luncuran yang berlilin itu akan rebah sampai rata. Serangga pun dapat keluar, dengan persediaan serbuk sari yang baru, terbang ke bunga Dutchman’s-pipe lain untuk menyerbukinya. Serangga tidak berkeberatan tinggal selama tiga hari karena mereka bisa berpesta nektar yang tersimpan di sana untuk mereka. Apakah ini semua terjadi secara kebetulan? Ataukah itu dirancang secara cerdas?

16 Beberapa jenis anggrek lebah (Ophrys) memiliki mahkota bunga yang mirip dengan lebah betina, lengkap dengan mata, sungut, dan sayap. Bunga itu bahkan mengeluarkan bau lebah betina yang siap kawin! Lebah jantan datang untuk mengawininya, tetapi malah menyerbuki bunga tersebut. Anggrek lain, yakni anggrek ember, memiliki nektar yang beralkohol sehingga lebah akan sempoyongan dan tergelincir ke dalam seember cairan dan satu-satunya jalan keluar adalah dengan menggeliat melalui tangkai yang menaburi lebah itu dengan serbuk sari.

”Pabrik-Pabrik” Alam

17 Daun hijau tumbuhan memberi makan dunia ini, secara langsung atau tidak langsung. Tetapi, tumbuhan tidak dapat berfungsi tanpa bantuan akar-akarnya yang kecil. Ada jutaan akar kecil—setiap ujungnya dilengkapi tudung pelindung, yang dilumasi minyak—yang bisa masuk menembus tanah. Rambut-rambut akar di belakang tudung berminyak itu menyerap air dan mineral, yang naik melalui saluran-saluran kecil dalam getah kayu menuju daun. Gula dan asam amino dihasilkan dalam daun, lalu nutrisi ini disalurkan ke seluruh pohon dan akar-akarnya.

18 Beberapa fitur sistem sirkulasi pohon dan tumbuhan begitu menakjubkan sehingga banyak ilmuwan menganggapnya sebagai mukjizat. Pertama, bagaimana air dipompa naik setinggi 60 hingga 90 meter di atas tanah? Memang, tekanan akar yang memulainya, tetapi dalam batang pohon ada mekanisme lain yang mengambil alih. Molekul-molekul air saling mengikat karena kohesi. Sewaktu air menguap dari daun, kohesi ini menyebabkan air tertarik ke atas melalui saluran kecil seperti tali yang memanjang dari akar hingga daun, dengan kecepatan kira-kira 60 meter per jam. Sistem ini konon dapat menaikkan air dalam sebatang pohon setinggi kira-kira tiga kilometer! Seraya air yang berlebih menguap dari daun (disebut transpirasi), miliaran ton air didaur ulang ke udara, dan jatuh lagi sebagai hujan—suatu sistem yang dirancang secara sempurna!

19 Masih ada lagi. Daun memerlukan nitrat atau nitrit dari tanah untuk membuat asam amino yang sangat penting. Sebagian dibawa ke tanah oleh petir dan beberapa bakteri yang hidup bebas. Senyawa nitrogen dalam jumlah yang cukup besar juga dibentuk oleh legum—tanaman seperti kapri, semanggi, polong-polongan, dan alfalfa. Bakteri tertentu masuk ke akarnya, akar menyediakan karbohidrat untuk si bakteri, dan bakteri mengubah nitrogen dari tanah menjadi nitrat dan nitrit yang siap digunakan, sebanyak kira-kira 30 kilogram per hektar setiap tahunnya.

20 Itu belum semua. Daun hijau mendapat energi dari sinar matahari, karbon dioksida dari udara, dan air dari akar untuk membuat gula serta melepaskan oksigen. Proses ini disebut fotosintesis dan terjadi dalam bagian sel yang disebut kloroplas—yang begitu kecilnya sehingga 400.000 kloroplas bisa muat dalam tanda titik di akhir kalimat ini. Para ilmuwan tidak sepenuhnya mengerti proses tersebut. ”Ada kira-kira tujuh puluh macam reaksi kimia yang terkait dalam fotosintesis,” kata seorang biolog. ”Itu benar-benar suatu mukjizat.”12 Tumbuhan hijau telah dijuluki ”pabrik” alam—yang indah, tidak bising, bebas polusi, menghasilkan oksigen, mendaur ulang air, dan memberi makan makhluk hidup. Apakah semua ini terjadi secara kebetulan? Jika ya, apakah hal itu dapat dipercaya?

21 Beberapa ilmuwan yang paling terkenal di dunia menyadari bahwa hal itu sulit untuk dipercaya. Mereka melihat adanya kecerdasan di alam. Fisikawan Robert A. Millikan, pemenang hadiah nobel, meski ia penganut evolusi, pernah berkata dalam sebuah pertemuan American Physical Society, ”Ada suatu Keilahian yang mengatur nasib kita . . . Menurut saya, filsafat yang didasarkan atas materialisme semata adalah puncak kebodohan. Orang-orang yang bijaksana sepanjang masa telah melihat cukup banyak hal yang setidak-tidaknya membuat mereka merasa takzim.” Dalam ceramahnya, ia mengutip kata-kata terkenal Albert Einstein, yaitu bahwa Einstein ”dengan rendah hati mencoba mengerti bagian yang terkecil dari kecerdasan yang nyata di alam”.13

22 Bukti rancangan di sekitar kita, dengan variasi yang tanpa batas dan kerumitan yang menakjubkan, menunjukkan adanya kecerdasan yang lebih unggul. Kesimpulan ini juga dinyatakan dalam Alkitab yang menyebutkan bahwa rancangan bersumber dari Pencipta yang ”sifat-sifatnya yang tidak kelihatan, yaitu kuasanya yang kekal dan Keilahiannya, jelas terlihat sejak penciptaan dunia, karena sifat-sifat tersebut dipahami melalui perkara-perkara yang diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih”.—Roma 1:20.

23 Dengan adanya begitu banyak bukti rancangan dalam kehidupan di sekeliling kita, tampaknya kita ”tidak dapat berdalih” dengan mengatakan bahwa semua ini terjadi secara kebetulan tanpa pengarahan. Maka, tentu sangat masuk akal bahwa sang pemazmur memuji Pencipta yang cerdas, ”Betapa banyak pekerjaanmu, oh, Yehuwa! Semuanya itu kaubuat dengan hikmat. Bumi penuh dengan hasil kerjamu. Laut ini begitu besar dan luas, di sana ada binatang bergerak yang tidak terhitung banyaknya, makhluk-makhluk hidup, kecil maupun besar.”—Mazmur 104:24, 25.