Rabu, 31 Juli 2013

Perburuan "Partikel Hantu" Siap Dimulai Lagi

 


  • Penulis :
  • Yunanto Wiji Utomo
  • Minggu, 9 September 2012 | 22:20 WIB

Gambaran jalur neutrino dalam eksperimen NOvA, dari Fermilab menuju detektor di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada. | NOvA

ILLINOIS, KOMPAS.com - Eksperimen neutrino atau "partikel hantu" akan segera dimulai lagi. Sebuah eksperimen untuk "menangkap" partikel misterius ini kini tengah disiapkan.

Detektor neutrino dalam eksperimen NuMI Off-Axis Neutrino Appearance (NOvA) di Ash River, Minnesota akan mulai mengambil data tahun 2013. Eksperimen ini akan mempelajari karakteristik neutrino, partikel yang hampir tak punya massa dan sulit dipelajari karena sifatnya yang bisa menyelinap di lapisan batuan setebal ratusan kilometer bak hantu yang menembus dinding. NOvA menjadi eksperimen neutrino terbesar di dunia.

Partikel neutrino eksis dalam tiga "rasa", yaitu elektron, muon dan tau. Mereka bisa berubah menjadi bentuk lain dalam perjalanannya. Neutrino sebelumnya sempat membuat geger lantaran diklaim bergerak melebihi kecepatan cahaya. NOvA akan menentukan "rasa" neutrino yang terberat, menyuguhkan data untuk mengetahui komposisi semesta, apakah lebih banyak memiliki materi atau antimateri.

Detektor terdiri dari 28 blok, berukuran 15,5 x 15,5 x 2,1 meter, terbuat dari 384 modul plastik PVC. Saat semua modul telah siap, blok akan diisi cairan yang mampu melepaskan cahaya jika ada neutrino yang berinteraksi dengannya. Dalam eksperimen, neutrino akan bergerak sejauh 800 km dari Fermilab National Accelerator Lab di Batavia, Illinois menuju detektor yang dipasang di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada. Jarak itu hanya akan ditempuh neutrino dalam 3 milidetik.

"Setiap orang akan melihat eksperimen mana yang akan menjadi langkah besar dalam mengungkap karakteristik neutrino. Eksperimen NOvA adalah yang seharusnya menjadi langah besar itu. Ini adalah eksperimen pertama yang akan menentukan urutan massa dari tiga neutrino," kata Mark Messier dari Indiana University, fisikawan dan juru bicara eksperimen NOvA seperti dirilis Fermilab, Kamis (6/9/2012).
Editor : yunan