Rabu, 31 Juli 2013

Breaking News !!! Partikel Sub-atomic bernama “Neutrino” Bergerak Melebihi Kecepatan Cahaya.

 

Neutrino
Neutrino adalah sebuah partikel yang sangat ringan.  Ia tidak bermuatan listrik.  Neutrino berinteraksi lewat gaya yang lemah.  Untuk alasan inilah dan juga karena ia netral secara kelistrikan, neutrino nyaris tidak pernah berinteraksi dengan materi lain.  Karenanya dianggap mampu menembus semua materi seakan tidak ada materi penghalang tersebut.
Reaksi fusi di matahari menghasilkan neutrino-neutrino.  Dengan mendeteksi neutrino ini, para ilmuwan dapat mempelajari bagian dalam dari matahari.
Menurut perkiraan, matahari memproduksi sekitar 1038 neutrinos per detik.  Bermilyar neutrinos ini menyeberang ke bumi tanpa interaksi.  Detektor-detektor berukuran besar dan sangat sensitive sesungguhnya dapat mendeteksi neutrino-neutrino tersebut.
Neutrino dihasilkan di berbagai proses nuklir: kebanyakan dari neutrino yang mencapai bumi berasal dari matahari, dan disebut solar neutrinos.
Neutrino juga dilepaskan ketika sinar gamma kosmik menabrak atmosfir bumi.  Sumber-sumber neutrino lainnya adalah ledakan bintang-bintang (supernovae), relic neutrinos (menurut teori terbaru tentang asal-usul alam semesta) dan reaktor-reaktor nuklir.
Berita yang baru disebarkan ke seluruh dunia beberapa jam yang lalu, menyebutkan bahwa kecepatan gerakan neutrino lebih tinggi dari kecepatan cahaya.  Untuk jelasnya, silakan membacanya secara keseluruhan.

Temuan Fisika Terbesar di Pertengahan September 2011.
Ada sebuah konsep yang membentuk batu penjuru dari pemahaman kita tentang alam semesta dan konsep waktu – yaitu bahwa tidak ada yang dapat bergerak lebih  cepat dari kecepatan cahaya.
Akan tetapi, baru-baru ini sekelompok peneliti yang bekerja di salah satu  laboratorium terbesar, telah merekam partikel-partikel yang bergerak dengan suatu kecepatan yang melampaui kecepatan cahaya, yang selama ini dianggap kecepatan tertinggi di alam semesta, dan didukung oleh  teori relativitas Einstein.
Temuan yang mengejutkan ini datang dari data yang berasal dari detektor partikel seberat 1300 ton yang bernama  Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus, atau OPERA.  Detektor ini terletak di bawah  sebuah gunung di Italia Tengah, persisnya di  Gran Sasso National Laboratory.
Peneliti di OPERA mendeteksi partikel sub-atomic, neutrino, yang ditembakkan di bawah permukaan bumi dari European Particle Physics Laboratory di Cern  - Swiss, yang berjarak lurus 730  kilometer dari Gran Sasso National Laboratory, Italia.
Perjalanan cahaya untuk menempuh jarak tersebut adalah 2,4 milidetik, akan tetapi setelah melakukan eksperimen selama 3 tahun dan menghitung waktu kedatangan 15.000 neutrinos, para ilmuwan menemukan bahwa partikel tersebut tiba di Gran Sasso seperenampuluh milyar dari satu detik lebih cepat, dengan margin kesalahan lebih kurang sepersepuluh milyar dari satu detik.
Gerakan neutrino, menurut hasil pengukuran, lebih cepat dari kecepatan cahaya dalam pecahan 20 parts per million.   Karena kecepatan cahaya adalah 299.792.458 meter per detik, neutrino terbukti bergerak dengan kecepatan 299.798.454 meter per detik.
Antonio Ereditato, koordinator dari proyek kerjasama OPERA, yang juga fisikawan pada University of Bern, mengatakan kepada the Guardian: “Kami sangat terkejut dengan hasil ini, tetapi sebuah hasil tidak akan menjadi sebuah temuan sampai orang lain memastikannya”.  Dia juga mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengatakan bahwa teori relativitas salah.  Sebaliknya, peneliti OPERA hanya menyajikan hasil aneh yang mereka belum bisa menjelaskannya, dan meminta masyarakat untuk meneliti hal itu. “Kami didesak untuk menyampaikan sesuatu”, katanya. “Kami tidak bisa menyapu di bawah karpet karena itu akan menjadi tidak jujur”. Menurut rencana, hasilnya akan dipresentasikan pada seminar besok (Sabtu 24 September 2011) di Cern, Swiss.
“Ketika Anda memperoleh sebuah hasil, Anda ingin meyakinkan bahwa Anda tidak melakukan kesalahan, bahwa tidak terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan yang tidak terpikirkan sebelumnya.  Kami menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam mengecek dan kami tidak menemukan sebuah kesalahan”.
Subir Sarkar, Ketua kajian teori partikel di Oxford University, mengatakan: “Jika terbukti benar, ini akan merupakan temuan luar biasa.  Sesuatu yang tidak seorangpun membayangkan sebelumnya”.
Alan Kostelecky, pakar dalam proses kemungkinan yang lebih cepat daripada cahaya di Indiana University – Bloomington,  mengatakan bahwa sementara para ilmuwan menunggu kepastian hasilnya, itu tidak akan mengurangi rasa kegembiraan dan ketertarikan.
____
Dikumpulkan dari berbagai sumber.

sumber